Suara Joglo - Ancaman kengerian megathrust earthquake kembali menyeruak di jagat lini masa setelah gempa bumi berturut-turut mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa, mulai dari gempa Cianjur yang dampaknya sangat dahsyat, kemudian gempa bumi Jember.
Di media sosial Twitter, seharian kemarin tagar #gempa ramai dicuitkan warganet. Mereka berisik, banyak yang mengunggah artikel-artikel peringatan tentang ancaman atau potensi megathrust earthquake dan tsunami besar di wilayah selatan Jawa--terbentang dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.
Apalagi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir data peringatan gempa di Jember, yang ternyata intensitasnya mencapai 40 kali gempa. Kemudian pusatnya juga di wilayah Laut Selatan yang dalam banyak jurnal disebutkan sangat potensial menjadi ancaman megathrust.
Megathrust merupakan daerah pertemuan antar lempeng tektonik bumi di lokasi zona subduksi. BMKG sendiri, mengatakan di Pantai Selatan Jawa terdapat lempeng tektonik cukup aktif di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia.
Pergerakan ini bahkan disebut-sebut mengarah pada potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami di selatan Pulau Jawa. BMKG juga mencatat adanya celah seismik yang jelas di selatan Pulau Jawa. Sehingga betul akan ada potensi gempa bumi megathrust yang akan terjadi di masa depan. Pernyataan BMKG ini sejalan dengan hasil riset ITB sebelumnya.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga memperkuat hal tersebut. Lewat laporan ilmiah bertajuk "Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Java Indonesia" yang diterbitkan Nature.com, mereka menyebut ancaman megathrust dan tsunami di selatan Jawa itu nyata.
Menurut riset yang dilakukan oleh LIPI, gempa dan tsunami raksasa di jalur-jalur tunjaman lempeng bahkan kemungkinan tidak hanya sekali terjadi, namun bencana raksasa ini akan terjadi secara berulang.
Tim Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI meneliti tsunami purba sejak 2006 di pantai Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kutoarjo, Kulonprogo dan Pacitan. Hasilnya, ada endapan tsunami berumur 300 tahun ditemukan di sepanjang pantai itu. Di Lebak, tsunami tersebut mengendapkan batang-batang kayu di suatu rawa 1,5 kilometer dari garis pantai.
"Gempa dan tsunami raksasa dari jalur-jalur tunjaman lempeng dipastikan terjadi berulang. Jalur-jalur ini akan tetap menghasilkan gempa dan tsunami raksasa di masa datang. Tiap-tiap jalur memiliki waktu perulangan ratusan hingga ribuan tahun," kata Eko dalam pernyataan persnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Polri Konfirmasi Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Tewas
Informasi ancaman bencana tsunami di wilayah pesisi selatan ini sebenarnya sudah beberapa kali mencuat. Di Jawa Timur sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sudah memetakan wilayah rawan tsunami ini. Edukasi dan pemahaman juga rutin disampaikan ke masyarakat di wilayah ini.
Catatan BPBD, di provinsi paling timur Pulau Jawa ini jika benar tsunami setinggi 20 meter menerjang daratan, maka ada sembilan kabupaten bakal terancam. Wilayah itu adalah: Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek serta Pacitan.
Delapan wilayah ini berada di wilayah paling selatan provinsi dengan garis pantai panjang. Dalam catatan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa wilayah tersebut sudah pernah mengalami tsunami bersama daerah pesisir di provinsi lain.
Sejak Tahun 1818, PVMBG mengungkap, telah terjadi 11 kali tsunami di sisi selatan pantai Jawa. Dimulai dari Tsunami Banyuwangi (1818), Tsunami Bantul (1840), Tsunami Tulungagung (1859), Tsunami Kebumen (1904), Tsunami Jember (1921), Tsunami Pangandaran (11/09/1921) .
Kemudian tsunami Banyuwangi (1925) , Tsunami Purworejo (1957), Tsunami Banyuwangi (03/06/1994), Tsunami Pangandaran (17/7/2006), Tsunami Jawa Barat Selatan (02/09/2009). Tsunami ini penyebabnya dipicu oleh gempa bumi.
Harus dipersiapkan dengan benar
Sudah jauh-jauh hari BMKG memperingatkan ancaman gempa bumi besar di Selatan Jatim. Ancaman megathrust yang belum bisa dipastikan kemunculannya itu berpotensi memicu tsunami besar. Hal ini betul-betul harus diperhatikan oleh masyarakat di pesisir selatan Jatim, termasuk Jember.
Namun demikian, warga tak perlu panik dan tetap mengedepankan mitigasi yang baik untuk mengantisipasinya. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono.
"Ancaman megathrust di selatan Jatim ada, itu adalah sebuah ancaman yang nyata," katanya di Kabupaten Jember, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Sabtu (18/12/2021).
"Gempa bumi sifatnya berulang, bahwa akan terjadi lagi pada periode sekian puluh tahun yang akan datang. Pasti itu akan terjadi. Kita cuma tidak pernah tahu kapan terjadinya," kata Rahmat memastikan.
Di Jember sendiri, sudah beberapa kali diguncang gempa yang berpusat di laut selatan. Tahun lalu, tepatnya Kamis 16 Desember 2021, Jember diguncang gempa berkekuatan 5 skala richter yang sumbernya dari dasar laut. Gempa menyebabkan sejumlah rumah warga rusak berat.
Tahun ini gempa bumi dengan skala lebih besar kembali terjadi dengan sumber yang sama, yakni di dasar laut. Namun kekuatan gempa kali ini berbeda, yakni 6.2 skala richter. Bahkan gempa terus berulang hingga 40 kali.
Berita Terkait
-
Kemarin 40 Kali Gempa Guncang Kabupaten Jember, Diwarnai Hujan Petir, Angin dan Banjir
-
Gempa Bumi Pulau Flores 1992: Tsunami Tiga Meter, Tiba Dalam Tiga Menit Hantam Maumere
-
Di Tengah Kota Jember Cuma Terasa Getaran, Saat Gempa Lagi Hujan Petir
-
PVMBG: Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami Adalah Hoaks
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target