Baru-baru ini Presiden Jokowi jadi sorotan publik lantaran pidatonya yang tegas kala menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa di Brussel, Belgia.
Pidato Presiden Jokowi di pertemuan internasional itu mencuri perhatian selain lantaran menggunakan bahasa Indonesia juga karena isi pernyataannya yang tegas terkait posisi Asia Tenggara terhadap para mitranya terkhusus Eropa.
Jokowi menyebut bahwa kemitraan yang dibangun sudah semestinya tak boleh ada perbedaan tetapi harus setara.
"Banyak perbedaan yang harus kita selesaikan. Oleh sebab itu jika ingin membangun kemitraan yang lebih baik maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan," tegasnya, seperti dikutip dari akun Instagramnya, Jumat (16/12/2022).
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa tak boleh ada pihak yang mendikte antara satu dengan lainnya dalam konteks kemitraan.
"Tidak boleh ada pemaksaan tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than your," imbuhnya.
Kutipan pidato Jokowi di ajang KTT ASEAN-Uni Eropa itu mendapat beragam tanggapan positif. Tak sedikit yang memuji sikap Indonesia yang tegas terkait posisi para negara ASEAN.
"Bicara langsung di depan hidung mereka. Keren banget pak Presiden," tulis robert.
"Kerasss...mantaaap pak," kata sepdum.
Baca Juga: Netizen Soroti Paspampers Tampan yang Kawal Jokowi saat Kirab, IG Matsonymisturi Digeruduk Warganet
"Hebat, sukses, tetap semangat, sehat selalu buat pak Jokowi dan keluarga di hati semua rakyat Indonesia," tulis indriana.
"Mantap...jurus tidak bisa digoyang dan tawar-menawar," kata paris.
"Tegasss," kata gibran.
"Setuju pak. Itu udah benar penyampaiannya sebab ASEAN tidak boleh dipandang sebelah mata," kata wahyu.
Dalam paparan pidatonya, selain menegaskan sikap ASEAN, Jokowi juga menyertakan sejumlah data terkait posisi ASEAN saat ini.
Ia menyebut bahwa selama beberapa dekade, Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse. Bahkan ke depan kawan Asia akan tetap menjadi pusat pertumbuhan yang menguntungkan.
Jokowi mengutip survei dari ASEAN-Uni Eropa Business Council tentang persepsi bisnis ASEAN pada September 2022. Bahwa sebanyak 63 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan ekonomi terbaik.
"69 persen responden mengharapkan pasar ASEAN lebih penting daripada aspek pendapatan global dalam 2 tahun ke depan. 97 persen responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-UE dan anggotanya," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI