Suara Joglo - Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diusung Partai NasDem sebagai salah satu calon presiden pada 2024 nanti. Pencalonan Anies, bagi para seterunya dianggap membahayakan.
Anies dinilai menyuburkan polarisasi masyarakat di Indonesia. Dan muncul kekhawatiran kalau Anies menjadi presiden maka polarisasi itu bakal kian subur. Lalu bagaimana Anies merespons tudingan itu?
Menurut Anies, polarisasi ternyata biasa saja. Menurut dia, di iklim demokrasi seperti sekarang ini terjadi pengelompokan atas perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa.
"Apa kita tidak boleh beda pendapat? Biasa saja. Yang penting selesai pertandingan lepas itu seragam. Menurut saya ini bagian dari kita belajar berdemokrasi. Polarisasi itu beda dengan perpecahan," katanya seperti dikutip dari Channel R66 Newlitics, Selasa (20/12/2022).
Ia lantas menjelaskan tahapan perpecahan. Mulai dari polarisasi, friksi, konflik, lalu perpecahan. Masyarakat, kata dia, sering beranggapan kalau polarisasi itu sama dengan berpecahan.
Padahal, kata dia, dua hal itu jelas berbeda. "Kita itu sering merasa polarisasi berarti pecah. Padahal endak. Kelola dengan baik," katanya menambahkan.
Ia lantas mengambil contoh hasil sebuah studi yang dilakukan Nanyang Technology University yang menguji apakah di Jakarta terjadi polarisasi atau terjadi kohesifitas. Kesimpulannya, Ia menambahkan, di Jakarta tidak terjadi polarisasi.
"Masyarakat Jakarta tidak mengalami polarisasi. Yang terjadi polarisasi itu sosmed (sosial media). Tapi sosmed akan selalu terpolarisasi wong di situ pandangan-pandangan ekstrem terus yang ada," katanya menambahkan.
Ia melanjutkan, "jadi jangan kita merasa kalau di sosmed terpolarisasi berarti di masyarakat terpolarisasi. Yang kedua, kalau terjadi polarisasi, bukan terjadi perpecahan. Oke?"
Baca Juga: Rayakan Ultah ke-35, Ini Pesan Karim Benzema yang Justru Pilih Pensiun
Menurut dia, sah-sah saja orang berbeda pendapat. Dan itu sesuatu yang normal-normal saja. "Jadi sering kali kita ini kaget, terjadi polarisasi berarti pecah? Polarisasi, friksi, konflik, pecah. Urutanya begitu kira-kira."
Berikutnya, kata dia, tugas pemimpin di manapun menjaga agar polarisasi itu tidak menjadi friksi. Kemudian menjaga tidak terjadi konflik, dan menjaga tidak terjadinya perpecahan.
"Perbedaan pandangan itu gonta-ganti. Misalnya kasus Omnibus Law, terjadi perbedaan pandangan di awal. Masuk RKUHP ternyata berbeda lagi. Tidak statis. Itulah kehiduan masyarakat modern yang dikelola demokrasi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Pasang Pagar Kelilingi Tebet Eco Park, Alasannya karena Taman yang Diresmikan Anies kurang Nyaman
-
'Belum Masuk Masa Kampanye' Elite PAN Bela Safari Politik Anies Usai Disebut Bawaslu Curi Start
-
Pengamat Sebut Endorse Jokowi Bikin Ekektabilitas Ganjar Pranowo Nyungsep
-
Soal Pemimpin Rambut Putih 'Endorsean' Jokowi, Anies Buka Suara: Memang Harus Potong Rambut
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Rayakan May Day, Wali Kota Makassar Ajak Ribuan Buruh Fun Walk di Karebosi
-
Berapa Harga Sunscreen Wardah SPF 50? Ini Rincian 6 Produknya dengan Perlindungan Maksimal
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
-
5 Krim Malam Mengandung Peptide untuk Wajah Lebih Kencang dan Bebas Kerutan
-
Hari Buruh 2026: Saat Harapan Berjalan Berdampingan dengan Kekhawatiran
-
Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam
-
Hukum Pakai Nama Suami di Belakang Nama Istri, Apakah Boleh dalam Islam?
-
Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing
-
Aurel Tak Tahan dengan Kebiasaan Suami dan Ingin Sudahi Pernikahan, Atta Halilintar Beri Klarifikasi
-
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz