Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan artis Uya Kuya beberapa waktu lalu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan gegara konten soal Polisi Pengabdi Mafia.
Merespon adanya laporan tersebut, Kamaruddin Simanjuntak dan Uya Kuya memberikan klarifikasi serta responnya.
Kamaruddin menyebutkan bahwa informasi yang beredar luas soal Polisi Pengabdi Mafia itu merupakan potongan, informasi yang disampaikan tidak lengkap. Bahkan ada kemungkinan si pelapor juga tidak secara utuh memahami isi konten itu.
"Contohnya seperti ketika anggota DPR RI Desmon menyebut Mahkamah Agung sarang korupsi. Itu kan hanya perumpamaan bukan sarang yang sebenarnya. Nah seperti halnya itu, kalau melihat utuh konten dari Uya Kuya itu konteksnya adalah polisi-polisi yang memiliki rekening gendut itu," jelasnya seperti dikutip dari channel YouTube Uya Kuya, Kamis (29/12/2022).
Lebih jauh, Kamaruddin mengungkapkan ketika beredar berita soal Polisi Pengabdi Mafia itu, ia sempat ditegur Kabareskrim. Ia menyebut saat itu kabareskrim menerima pesan WhatsApp mengenai judul berita yang menyebutkan soal polisi pengabdi mafia.
"Ia menerima pesan itu dari orang lain kemudian meneruskan pesan itu ke saya dan meminta saya untuk tidak berlebihan. Saya jawab siap bang. Di pesan itu disertai judul berita yang diedit dan juga pesan agar mulut saya disumpal," ucap Kamaruddin menirukan pesan yang diterimanya dari Kabareskrim.
Ia kemudian menyorot soal seseorang yang berani mengirim pesan ke kabareskrim agar mulutnya disumpal. Ia menduga bahwa orang yang berani seperti itu bukan orang sembarangan.
"Saya pikir kalau berani meWhatsApp kabareskrim, saya yakin dia punya power di negeri ini," sebutnya.
Kamaruddin mengklaim dirinya telah dibidik lama sebagai target untuk ditangkap. Ia mengaku berdasar bisikan para intelnya, ia sudah jadi incaran sejak bulan Juli ketika menangani kasus Brigadir J.
Baca Juga: Dinilai Cerdas dan Pemberani, Ini 6 Fakta Profil Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J
"Menurut intelnya saya sudah dibidik sejak bulan Juli mau ditangkap. Bahkan setelah itu saya juga dapat suplai intelejen lagi bahwa saya akan dilaporkan, bener setelah itu ada kelompok advokad anti hoaks yang melaporkan saya," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO
-
5 Shio yang Beruntung Hari Ini, Ada Peluang Rezeki dan Kemajuan Karier
-
Komi Can't Communicate Kembali! Bab Spesial Baru Resmi Dirilis
-
5 HP Xiaomi dengan Kamera Mirip iPhone, Kualitas Foto dan Video Gak Kaleng-kaleng
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Huawei Watch GT 6 Pro: Smartwatch Premium dengan Baterai 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara