Suara Joglo - Baru-baru ini artis Nikita Mirzani memakai penyangga leher saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang dalam kasus pencemaran nama baik.
Berulang kali Niki--sapaan gaulnya--itu mengeluhkan sakitnya yang kian kronis. Ia mengalami sakit pada leher akibat penyakit pengapuran tulang belakang yang dideritanya belum lama ini.
Keluhan itu disampaikannya kepada hakim dan meminta agar penahanannya ditangguhkan sebab Ia merasa butuh perawatan kesehatan. Di sisi lain, Ia juga mengeluhkan matran penjara yang membuatnya kian sakit-sakitan.
Lalu sebenarnya apa sih penyakit pengapuran tulang belakang itu? Apa penyebab dan dampaknya bagi kesehatan seseorang seperti yang diderita Nikita Mirzani itu?
Dikutip dari alodokter.com, pengapuran tulang dapat didefinisikan sebagai terbentuknya jaringan tulang di tepi atau bagian tertentu tulang akibat deposit kalsium. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya pun dapat dilakukan secara mandiri atau melalui tindakan medis.
Pengapuran tulang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Namun, salah satu penyebab utamanya adalah osteoarthritis. Kondisi ini ditandai dengan peradangan sendi yang terjadi akibat penipisan bantalan di bagian ujung tulang.
Kemudian pengapuran tulang sering kali muncul tanpa gejala. Akan tetapi, jika kondisi ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur di sekitarnya, seperti otot dan ligamen, gejala berupa nyeri dan munculnya benjolan pun dapat terjadi.
Pengapuran juga kerap terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan Rontgen tulang. Sejauh ini penyebab pengapuran tulang belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya pengapuran tulang, di antaranya:
Faktor usia
Baca Juga: Isu Jabatan Jokowi Diperpanjang, Pengamat: Itu Rayuan Surga! Hanya Malaikat yang Menolak
Faktor usia memengaruhi kemungkinan seseorang terkena pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Hal ini karena kondisi sendi dan kekuatan tulang umumnya akan menurun seiring pertambahan usia.
Aktivitas sehari-hari
Padatnya aktivitas dan rutinitas sehari-hari juga memungkinkan sendi mendapat tekanan berlebih dalam jangka waktu lama. Misalnya, aktivitas mengangkat benda berat secara terus-menerus, berisiko menimbulkan cedera yang memicu terjadinya osteoarthritis penyebab pengapuran tulang.
Riwayat penyakit
Beberapa jenis penyakit, seperti diabetes dan hemokromatosis, dapat menyebabkan pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini, karena adanya beban berlebih pada sendi-sendi yang menahan berat tubuh.
Lalu bagaimana cara perawatannya? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat pengapuran tulang, di antaranya:
1. Menurunkan berat badan
Kelebihan berat badan diketahui bisa memengaruhi kesehatan sendi, terutama sendi di bagian tungkai. Hal ini karena sendi di bagian tersebut harus menopang beban tubuh lebih berat.
Sendi yang mengalami tekanan berlebihan dapat memperburuk pengapuran tulang yang diderita. Oleh karena itu, Anda bisa mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan.
2. Berolahraga secara rutin
Olahraga secara rutin penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil, sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis.
Pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justru akan memperburuk masalah yang diderita. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui olahraga yang tepat sesuai kondisi Anda.
3. Menggunakan kompres hangat atau dingin
Pengapuran tulang akibat osteoarthritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankannya. Penggunaan kompres hangat bermanfaat untuk melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram dan nyeri otot.
4. Memakai obat pereda rasa sakit
Pemakaian obat pereda sakit berupa krim atau gel yang dijual bebas di apotek juga bisa dilakukan. Krim atau gel pereda rasa sakit cocok dipakai pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian pada lutut dan jari-jari.
Beberapa terapi alternatif seperti terapi lintah dipercaya dapat meredakan nyeri. Namun, karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sebaiknya Anda tidak melakukannya tanpa pengawasan dokter.
5. Menggunakan alat bantu
Alat bantu, seperti tongkat, dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang saat beraktivitas. Penggunaan alat bantu umumnya digunakan untuk kondisi kerusakan tulang dan sendi yang cukup parah. Namun, untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, konsultasikan ke dokter.
Sementara untuk penanhanan medisnya bisa dilakukan dengan beberapa cara memalui saran dan pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Cara ini tentu tidak bisa dilakukan secara mandiri, mulai dari:
Konsumsi obat-obatan
Untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul akibat pengapuran tulang, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
Fisioterapi
Terapi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bergerak dan mengurangi rasa sakit. Terapi ini diketahui mampu memperkuat otot-otot di sekitar sendi yang mengalami penipisan.
Terapi okupasi
Melalui terapi okupasi, penderita dilatih agar dapat melakukan aktivitas secara mandiri tanpa bantuan orang lain, terlepas dari kondisi pengapuran tulang yang dialami. Ahli terapi akan menjelaskan tentang cara bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit berlebih akibat pengapuran tulang.
Selain ketiga hal di atas, penderita juga bisa memakai alas kaki dengan bantalan khusus yang mampu mengurangi rasa sakit pada sendi saat berdiri atau berjalan.
Apabila hal-hal di atas telah diterapkan tetapi kondisi tidak juga membaik, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur-prosedur tertentu, misalnya suntik kortikosteroid atau tindakan operasi untuk mengganti sendi yang rusak.
Pada kondisi pengapuran tulang yang sudah parah, penanganan tidak lagi dapat dilakukan hanya dengan mengubah pola hidup. Konsultasikan ke dokter mengenai pilihan-pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Posting Quote Soal Diabaikan dan "Gak Dianggap"
-
Nikita Mirzani Bebas, Nindy Ayunda Dituduh Hapus-hapusin Komen IG
-
Nikita Mirzani Bebas, Postingan Nindy Ayunda Ramai Diserbu: Yah Kalah Lagi
-
Divonis Bebas, Nikita Mirzani Nangis Histeris Sampai Sujud Syukur di Ruang Sidang
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
Belajar AI Tanpa Ribet, Internet BAIK Festival Telkomsel Bikin Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Viral Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Parah, Metro Gempar
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket