/
Selasa, 03 Januari 2023 | 17:23 WIB
Wabup Blitar Rahmat Susanto (Suara.com)

Suara Joglo - Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso mengancam bakal mundur dari jabatannya. Pemicunya mutasi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab setempat.

Wabup Rahmat marah setelah Riana, ajudan istrinya dipindah atau dimutasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ia bahkan mengancam bakal mundur dari jabatannya.

Bahkan masalah sepele ini sebelumnya juga berujung pada kemarahan istrinya, Venina Pusvitasari Santoso. Istrinya itu ngambek dan kecewa hingga mundur dari posisi Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK).

Sebelumnya, Bupati Blitar Rini Syarifah memang memutuskan memutasi 640 ASN. Menurut bupati, mutasi di lingkungan pemerintahan selama ini biasa saja untuk penyegaran.

Namun bagi Rahmat mutasi itu agaknya sesuatu yang luar biasa. Ia mengancam mengundurkan diri jika Riana tidak dikembalikan ke posisi semula sebagai ajudan Istrinya.

"Kalau sampai nggak balik hari ini aku mundur. Buat saya enggak ada perlunya (mutasi). Kalau enggak balik hari ini, saya akan langsung mengundurkan diri," kata Rahmat melalui sambungan telepon, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (3/1/2022).

Rahmat menilai apa yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah di luar batas. Sebab dalam pemindahan Riana yang merupakan ajudan Venina, Rahmat mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya.

Rahmat merasa tindakan tersebut tidak menghargai dirinya sebagai Wabup Blitar.

"Saya tidak pernah ikut campur soal yang lain-lain tapi BKD sudah di luar batas. Riana itu ikut aku, kemudian tanpa pemberitahuan dipindah. Saya Wakil Bupati lho, masak saya kalah sama Fikri sama Biyan," ujarnya.

Baca Juga: Liburan ke Gunung Bromo, Ini 4 Makanan Khas Probolinggo

Rahmat pun menegaskan dia tidak pernah kecewa terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Tetapi dalam kebijakan mutasi ini, dia kecewa karena tidak pernah diberitahu.

Selama ini, kata Rahmat, Riana telah bekerja dengan baik sebagai ajudan istrinya. Dia tidak mau Riana dipindah ke posisi yang lain.

"Saya tidak pernah kecewa dengan yang lain-lain tapi ajudan istri saya tahu-tahu dipindah dan tidak pernah membicarakan dengan saya dulu, tahu-tahu digeser. Padahal Riana tidak mau digeser, dan itu sebetulnya masalah sepele," kata Rahmat.

Di akhir percakapan, Rahmat juga mengungkankan sang istri telah mengundurkan diri sebagai ketua TP-PKK Kabupaten Blitar. Belum diketahui pasti mengenai apa alasan Venina Santoso tersebut mundur dari jabatannya.

Sementara itu Bupati Blitar Rini Syarifah menjelaskan mutasi jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar ini merupakan hal yang biasa. Rini menerangkan mutasi ini sudah sesuai dengan prosedur dan persetujuan dari KAASN.

"Nunggu persetujuan KAASN dulunya jadi semua itu tidak semata-mata kita yang memberikan pengisian jabatan tapi yang melewati prosedur jabatan," ujarnya.

Load More