Partai Persatuan Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPP DIY) memastikan politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno bakal menghadiri acara silaturahim akbar partai berlambang Kakbah itu, di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Minggu (8/1).
"Kami mengundang beliau sebagai putra terbaik di Indonesia," ujar Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.
Undangan tersebut, menurut Yazid, sekaligus bentuk dukungan bagi Sandiaga untuk maju menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2024.
"Siapa tahu nanti bisa masuk, karena kami dorong untuk maju jadi wapres," ujar dia pula.
Dukungan terhadap Sandiaga, kata Yazid, merupakan aspirasi dari para kader mulai level pengurus anak cabang (PAC), dewan pimpinan cabang (DPC), sampai DPW PPP di DIY.
"Jadi bukan calon presiden (capres). Kalau capres kan sudah ada yang ratingnya (hasil survei) tinggi-tinggi, kalau Pak Sandi kan di cawapres ratingnya juga tinggi," kata dia, sembari menegaskan keputusan final terkait dukungan itu jadi kewenangan DPP PPP.
Mengenai isu Sandiaga hendak bergabung ke PPP, Yazid hanya menanggapi dengan menjelaskan bahwa Sandiaga Uno bukanlah sosok asing lantaran sebagian keluarga besarnya adalah kader partai berlambang Kakbah itu.
"Jadi kalau (bergabung) ke PPP itu bukan orang asing," kata dia.
Selain Sandiaga, kata Yazid, acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-50 PPP itu bakal dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP Muhammad Mardiono, serta penyanyi dangdut Rhoma Irama.
"Untuk Bang Roma masih belum konfirmasi, belum ada kepastian," ujar dia.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (29/12) menegaskan bahwa Sandiaga bukanlah menteri dari Gerindra, tetapi dipilih oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan kalangan profesional.
"Menteri yang berasal dari Partai Gerindra hanya dua, yaitu Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Dasco.
Dasco juga mengungkapkan bahwa Sandiaga akan pindah ke PPP, meski ia menyatakan yang bersangkutan belum menyampaikan surat pengunduran diri.
Menanggapi isu tersebut, Sandiaga Uno memastikan dirinya masih memiliki hubungan baik, sinergis, dan harmonis dengan Partai Gerindra.
"(Hubungan dengan Gerindra) sangat baik, sinergis, harmonis. Saya juga terus berhubungan sama dengan teman-teman pimpinan Gerindra," kata Sandiaga kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/1).
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
-
Strategi BRI Jaga Stabilitas Perbankan di Era Ketidakpastian Geopolitik Global
-
Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu
-
Hidup di Dunia, Hayat di Bumi
-
Libur Lebaran Untungkan UMKM, Timus Goreng Karanganyar hingga Nanas Subang Diburu Pemudik
-
Diduga Kurang Konsentrasi, Warga Kabupaten Bogor Tewas Tabrak Truk di Jalan Raya Dramaga
-
Netizen Malaysia Terbang ke Indonesia Demi Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ulasannya Viral
-
BRI Perkuat Prudential Banking Saat Risiko Geopolitik Global Meningkat
-
Lebih dari Sekadar Kopi: Menjelajah Sudut Baca Alternatif di Kopi Aloo Lokananta Solo
-
BRI Perkuat Manajemen Risiko Perbankan di Tengah Tekanan Geopolitik Global