/
Kamis, 26 Januari 2023 | 13:36 WIB
Maling burung gentayangan bawa celurit di Malang (Instagram)

Suara Joglo - Dalam beberapa waktu belakangan ini para pemilik burung kicauan di kawasan Malang Raya tidak tenang, terutama warga Kecamatan Pakis. Sebab maling burung gentayangan malam-malam.

Mereka keliling mencari incaran burung-burung peliharaan warga, kemudian mencurinya. Bukan cuma itu, yang bikin serem para pencuri burung ini beraksi sambil membawa senjata tajam.

Salah satu rekaman CCTV yang viral aksi maling burung ini beredar beberapa waktu lalu. Peristiwa pencurian itu disebut-sebut terjadi di Perumahan Griyatama Kecamatan Pakis.

Dalam video yang beredar luas itu, nampak pencuri membawa dua sangkar burung hasil curiannya berjalan santai di jalan. Pelaku itu membawa senjata tajam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Video rekaman CCTV itu kemudian beredar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun instagram @informasi_malangraya. Video diambil dari tiga angel namun kejadiannya sama persis.

Dalam video pertama terlihat seorang pria mengenakan topi berjalan di area perumahan dengan menenteng dua kandang burung yang ada isinya. 

Selanjutnya pada video kedua terlihat seorang pria seperti tengah melihat situasi di perumahan tersebut. Ia berjalan mengendap sambil tengok kanan kiri. 

Sementara pada slide ketiga tampak wajah seorang pria yang diduga pelaku terekam CCTV. Pria itu mengenakan topi dan masker hitam. 

Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan bahwa pelaku membawa senjata tajam (sajam) berupa celurit. Setidaknya ada lima rumah yang kemalingan. Total ada 8 burung yang dicuri. 

Baca Juga: 3 Fakta Kenapa Tidak Ada Warna Hitam, Putih, dan Abu-Abu pada Pelangi

Unggahan tersebut pun ramai komentar dari warganet. Tak sedikit yang menduga jika pelaku merupakan orang terdekat di kawasan tersebut.

"Sudah diincar jauh-jauh hari itu. Pasti orang gak jauh-jauh dari lokasi," kata milki*** 

"Paling ya orang sekitaran situ aja, gak mungkin orang jauh, tau-tau masuk perumahan," ujar lufis***

"Kok banyak orang jahat sih," komen asfi***

"Tetangganya sendiri jangan-jangan," imbuh yudha***

"Paling ya tetangganya sendiri," ujar agra***

Load More