Belum lama ini Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mendapat komentar menohok dari netizen. Kualitas unggahan di media sosial twitternya dianggap dangkah hingga seperti kicauan anak SD.
Dikutip dari unggahan terkini Gibran Rakabuming Raka, terlihat dua netizen yang mengomentari kualitas unggahan Twitter putra sulung Presiden Jokowi tersebut.
Pemilik akun @bayhaki_selian bahkan menuding pemikiran Gibran dangkal hingga hanya mengandalkan sosok sang ayah.
"Twitmu semuanya gak berkelas dan gak berkualitas!!!!! Kelihatan pemikiranmu dangkal cuman ngandalin bapak KKN!!!!!!," cuitnya.
Kicauannya itu disambut netizen lain pemilik akun Edy12744555. Ia menambahi bahwa kicauan Gibran seperti tweet anak SD.
"Betul mas Gibran tweet njenengan kayak anak SD...Maaf y, Njenengan seperti masih harus belajar dewasa," katanya.
Gibran pun merespon kedua kicauan yang bernada kritikan itu.
"Ya pak. Maaf saya salah," jawabnya singkat.
Belakangan, kritik yang ditujukan kepada Gibran itu juga disambut netizen lainnya. Tak sedikit yang mencak-mencak merespon kritikan itu hingga menuding kedua netizen yang memberi kritik adalah pengagum Anies Baswedan.
Baca Juga: Gibran Ungkap Kaget Kaesang Ingin Terjun Politik, Warganet: Duh Stok Meme Bisa Berkurang Nih
"Lah beliau udah walkot, ente? Masih sakit hati," kata warga indonesia.
"Oh ternyata relawan si yohanis. Kalau anda kasi saran atau masukan mbok yah ngaca dulu deh? Bilang kopar kapir...," ujar dwangilucky.
"Tweet boleh seperti anak SD tapi kerjanya bisa dilihat, jg emosi dan jiwanya lebih stabil bisa mengontrol diri," ucap Bonyobon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026