Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sama- sama memutuskan untuk pulang kampung dan memilih melanjutkan karir sepak bolanya di klub Indonesia.
Seperti yang telah diketahui, jika baru-baru ini Witan Sulaeman dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan klub Ibukota, Persija Jakarta. Sementara Egy Maulana Vikri lebih dulu merapat ke klub Dewa United setelah.
Dua bintang Timnas Indonesia ini sebelum merapat ke klub BRI Liga 1, Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri menjadi pemain abroad yang berkompetisi di benua Biru Eropa.
Kendati demikian banyak dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia yang menyayangkan keputusan keduanya untuk kembali dan berkarir di Indonesia.
Bahkan tidak jarang yang memberikan perhatian kepada Dusan Bogdanovic selaku agen Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri.
Menurut mereka keputusan keduanya untuk melanjutkan karir di Indonesia tak lepas dari sang agen yang pernah membawa mereka ke aboard ke Eropa.
"Egy ke Poland witan ikut, Egy ke Slovakia witan ikut, Egy ke liga terbaik sedunia witan pun ikut, agennya sama ya arahnya sama jelang piala Asia bukannya nambah jam terbang di Eropa biar kompetitif tapi malah pulang, yasudahlah welcome to best league in the world witan," ungkap salah seorang netizen.
"pemikiran agenya mungkin beda, dieropa jam main sedikit beda sama diindonesia," sambung netizen yang lain.
" udah pernah kerja di luar negeri di negara “kaya” dgn negara yg biasa aja ? Coba bedain dulu Kalo gak buat skill menjadi lebih baik, terus penghasilan juga gak luar biasa bahkan lebih besar didapat di sini, lantas ngapain di sana hanya demi memuaskan opini netizen/penonton ? Mrk pemain bola profesional demi karir & masa depan pribadi + keluarganya, bukan main “fun football” demi netizen/penonton," kata netizen satunya
Baca Juga: Pamer Penghasilan 1,6 M, Nikita Mirzani Disentil Netizen: 11 12 Duitnya Cipung
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026