Calon Gubernur Jawa Tengah di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terus menjadi pembicaraan. Terdapat tiga nama yang berpotensi meneruskan estafet dari Ganjar Pranowo.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Charta Politika pada periode 20-27 September 2022, terdapat 3 tokoh teratas yang memiliki elektabilitas tertinggi dalam kaitan Pilgub Jawa Tengah.
Peringkat pertama ditempati oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka di angka 37,7 persen, lalu disusul Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen di angkat 12,5 persen, serta Kepala LKPP RI yang saat itu masih menjadi Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan elektabilitas 7,7 persen.
Sementara itu, survei terbaru soal Pilgub Jateng 2024 versi Aksara Research and Consulting pada Januari 2023 pun masih menempatkan 3 nama tersebut sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Tengah. Gibran Rakabuming Raka masih raih elektabilitas tertinggi dengan 32,1 persen, Taj Maimoen Yasin (Gus Yasin) dengan 11,8 persen, dan Hendrar Prihadi (Hendi) 10,6 persen.
Dengan perhitungan tersebut maka Kepala LKPP Hendrar Prihadi (Hendi) menjadi satu dari 3 nama teratas yang memiliki tren elektabilitas meningkat, yaitu dari 7,7 persen menjadi 10,6 persen.
Adapun dua nama lainnya justru mengalami penurunan elektabilitas, yaitu Gibran Rakabuming Raka dari 37,7 persen menjadi 32,1 persen, dan Taj Yasin Maimoen dari 12,5 persen menjadi 11,8 persen.
Adapun hasil survei Aksara mengenai elektabilitas partai politik, PDIP masih unggul di Jateng dengan 32,29 persen. Partai lainnya yang berada dalam urutan lima besar yakni PKB (13,68 %), Golkar (12,54 %), Gerindra (6,71 %), dan Nasdem (5,18 %).
Kemudian pada urutan 6-11 ada Demokrat (4,3%), PKS (4,09 %), PPP (3,84 %), PAN (3,67 %), Perindo (2,54%), dan PSI (2,32%). Elektabilitas tujuh partai peserta pemilu lainnya berada di bawah 2 persen. Sedangkan responden yang belum memilih ada 4,88 persen.
Aksara juga merekam isu yang menjadi sorotan pemilih muda di Jateng. Hasilnya, isu yang jadi sorotan tertinggi ialah soal lingkungan dengan 35 persen. Disusul oleh isu seputar kesejahteraan masyarakat dan lapangan pekerjaan masing-masing 23 persen dan 17 persen.
Baca Juga: Fakta Unik Acara 1 Abad Nahdlatul Ulama, Pecahkan Rekor MURI
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M