Mantan politisi PSI, Tsamara Amany terus memberikan dukungan kepada Erick Thohir untuk bersih-bersih mafia sepak bola.
Hal itu diungkapkannya melalui media sosial twitter. Menurutnya orang-orang yang terlibat menjadi mafia bola harus di kartu merah.
"Pak @erickthohir: “Sudah waktunya kita beri KARTU MERAH untuk mafia sepak bola.”," tulis Tsamara dikutip pada Senin (20/2/2023).
Diketahui, usai terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berkomitmen membrantas praktik-praktik mafia di sepak bola Indonesia.
Melakukan itu, tentu saja butuh nyali yang harus disiapkan oleh Erick Thohir.
Melihat unggahan itu publik pun ikut memberikan komentar soal langkah menteri BUMN tersebut.
"Walaupun aturan sebenernya tidak boleh ya, menteri rangkap jabatan. Heheu Tp gmna lagi, Istana spertinya kesulitan mencari Pemimpin yg sanggup membersihkan sarang tikus & mafia Bola di Republik ini," tulis netizen.
"Bagaimana membuat perubahan jika setengah dari orang yang bekerja berasal dari periode lama? Orang dengan logika sehat mana yang masih mau memberikan harapan besar kepada orang busuk seperti YN dan AR ? Jika semua ini gagal, kasihan karir politik pak ET kedepan," tulis netizen.
"Saya boleh berpendapat hentikan permainan skor untuk naik ke Liga Sekian pedapat saya & terima kasih," tulis netizen.
"Narasinya BERI KATTU MERAH, MAFIA mengerikan sekali, seolah² powerfull.. hemmm," tulis netizen.
Baca Juga: Anak Tasya Kamila Hobi Koleksi Kipas Angin, Netizen: Tontonannya Bukan Cocomelon
"Betul sekali, penjarakan aja buat mafia yg akan menghancurkan sepakbola Indo selamanya," tulis netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan