/
Selasa, 21 Februari 2023 | 17:04 WIB
Gempa turki (ANTARA)

Suara Joglo - Turki diguncang gempa berkekuatan 7,7 beberapa waktu lalu. Pusat gempa di Provinsi Kahramanmaras. Kota-kota di provinsi itu luluh lantak dengan korban mencapai puluhan ribu.

Ternyata gempa tidak berhenti. Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) mencatat lebih dari 6.000 gempa susulan terjadi setelah dua gempa bumi besar mengguncang negara itu pada 6 Februari 2023.

Direktur Umum untuk Gempa Bumi dan Pengurangan Risiko AFAD Orhan Tatar menyebut jumlah gempa susulan yang ditimbulkan oleh kedua gempa tersebut mencapai 6.040.

Jumlah gempa itu di antaranya 1.628 gempa susulan dalam magnitudo 3 sampai 4,  436 gempa bermagnitudo 4 sampai 5, dan 40 gempa susulan bermagnitudo 5 sampai 6. Ada juga satu gempa susulan bermagnitudo 6,6.

AFAD memperingatkan gempa susulan setelah gempa dahsyat melanda selatan Turki juga akan terus terjadi.

"Terutama setelah gempa sebesar ini, gempa susulan akan berlanjut untuk jangka waktu  lebih lama. Beberapa gempa susulan ini mungkin berkekuatan 5 ke atas," kata Tatar dikutip dari ANTARA, Selasa (21/02/2023).

Akibat gempa bumi tersebut, kerak bumi bergerak sejauh 7,3 meter. "Itu angka yang sangat besar. Gempa bumi juga melepaskan banyak energi," kata dia.

Dampak gempa itu mencapai area seluas 110.000 kilometer persegi dan menyebabkan kerusakan di banyak provinsi dan kabupaten.

Guna mengatasi klaim di media sosial tentang kilatan cahaya di langit yang menyerupai sambaran petir selama gempa bumi, Tatar mengatakan kilatan cahaya yang intens selama gempa adalah hal biasa.

Baca Juga: Waspada, BPOM Temukan Ikan Asin Jenis Kakap Putih Berformalin di Batam

Dua gempa besar pada 6 Februari merenggut paling sedikit 41.020 jiwa manusia, kata AFAD.

Akibat dari gempa itu sebanyak 13 juta orang di sebelas provinsi, termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, Elazig, dan Sanliurfa.

Di Suriah, setidaknya 5.840 orang tewas karena gempa tersebut.

Load More