/
Senin, 27 Februari 2023 | 17:29 WIB
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro. ([Twitter @bb_id_official])

Kekalahan 1-2 PSS Sleman dari Persikabo 1973 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (26/2/2023) kemarin berdampak besar pada masa depan Seto Nurdiyantoro.

Tak tanggung-tanggung, Seto Nurdiyantoro mengisyaratkan mundur dari kursi pelatih sebagai bentuk bertanggung jawab.

Terlebih, PSS Sleman menelan empat kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka semakin terjerembab di papan bawah.

"Kondisi saat ini tidak baik untuk kami. Untuk pertanggung jawaban, saya akan sampaikan ke manajemen di sisa laga yang masih cukup banyak ini, untuk saya tidak terlibat dengan tim ini lagi. Apapun itu nanti manajemen yang akan putuskan," kata Seto dilansir dari laman resmi PT LIB, Senin (27/2/2023). 

Mantan pemain timnas Indonesia ini menambahkan bahwa sebenarnya PSS terbukti juga punya performa yang kompetitif di musim ini dengan mampu bermain bagus di laga lawan tim-tim papan atas sebelum terus merosot akhir-akhir ini.

"Kami pernah mencatat hasil bagus atau juga permainan yang tidak mengecewakan di laga lawan Bali United atau juga Persib," ucapnya.

Jika Seto Nurdiyantoro benar-benar mundur, pelatih lokal pride di BRI Liga 1 semakin terkikis.

Sebab selain Seto Nurdiyantoro, hanya ada Aji Santoso (Persebaya Surabaya) dan Rahmad Darmawan (Barito Putera) sebagai pelatih kepala lokal.

Sementara Agus Sugeng Riyadi (Bhayangkara FC) dan I Putu Gede (Arema FC) berstatus sebagai pelatih sementara.

Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Kematian Abby Choi, Dimutilasi Lalu Dimasak Jadi Sup

Kekalahan ini membuat PSS Sleman kini menghuni posisi ke-15 atau empat terbawah klasemen sementara dengan mengumpulkan 28 poin.

Sedangkan bagi Persikabo 1973, kemenangan ini jadi pemutus catatan 14 laga tak pernah menang.

Load More