/
Senin, 27 Maret 2023 | 16:15 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan pemegang lisensi produk Piala Dunia U-20 2023. ([ANTARA/Michael Siahaan])

Jurnalis Italia bernama Gianluca Di Marzio ikut menyoroti pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA.

Seperti diketahui, agenda drawing tersebut rencananya berlangsung di Bali, Jumat (31/3/2023).

Beragam penolakan kahadiran Timnas Israel disebut-sebut menjadi faktor utama batalnya agenda krusial tersebut.

Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo jadi dua sosok yang getol menolak kedatangan Timnas Israel.

Akibat pembatalan itu, Gianluca Di Marzio mengatakan Indonesia bisa mendapatkan sanksi berat.

"Indonesia kini menghadapi sanksi yang sangat tinggi, bahkan dilarang mengikuti turnamen FIFA untuk beberapa tahun ke depan," tulis laporan Gianluca Di Marzio di situs pribadinya dan dilansir Bolatimes.com, Senin (27/3/2023)..

Lebih lanjut, Di Marzio menyebutkan FIFA akan memberikan pengumuman jika terjadi perubahan markas atau mempertahankan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Sebelumnya, pengamat sepak bola M Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus ikut buka suara berkaitan dengan pembatalan agenda drawing Piala Dunia U-20.

Bung Kus menilai pembatalan drawing FIFA U20 yang dijadwalkan di Bali, 31 Maret, berpotensi memunculkan sanksi lebih berat yang akan didapat Indonesia dibanding saat kena hukuman pada 2016 silam.

Baca Juga: AdaKami Jawab Stigma P2P Lending dengan Kontribusi Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Semakin Inklusif

Jika saat itu FIFA mem-ban keanggotaan PSSI gara-gara intervensi pemerintah RI, namun kali ini akan lebih berat dan pelik karena berkaitan dengan Piala Dunia U-20. 

"Pembatalan drawing merupakan warning awal. Jika kita sampai gagal melaksanakan event FIFA U-20 tersebut Indonesia dianggap menodai kepercayaan yang diberikan FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola internasional tersebut dirugikan secara material dan inmaterial, karena pelaksaan event mereka kacau balau," kata Kusnaeni dilansir, Senin (27/3/2023).

Load More