Suara Joglo - Bulan Ramadan bukannya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah dan mempertebal iman, justru sebaliknya, bagi sebagian masih saja berbuat hina meskipun sedang bulan puasa.
Baru-baru ini misalnya. Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur ( Jatim ) digaruk Satpol PP setempat sebab masih menyediakan layanan esek-esek (open BO) bagi pelanggannya.
Mereka ditangkap dari enam lokasi operasi. Para PSK ini membuka orderan layanan bagi para hidung belang di kos-kosan. Seperti disampaikan Kepala Bidang Trantibun dan Linmas Satpol PP Sampang M Suaidi Asyikin.
Ia mengatakan, selama empat hari bulan Ramadan 1444 Hijriah, pihaknya telah melakukan penindakan tiga kasus prostitusi.
Tetapi dia tidak membeberkan secara detail kasus asusila tersebut. Hanya menjelaskan para pelaku yakni PSK dan pria hidung belang telah mendapatkan pembinaan, termasuk pemilik kosan.
"Kami memang sengaja melakukan patroli secara tertutup agar tidak tercium para pelaku terutama pemilik kosan. Namun data kami lengkap," ujarnya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (27/3/2023).
Ia menambahkan, untuk lokasi para pelaku saat melayani pria hidung belang mayoritas di kos-kosan dan lagi-lagi untuk daftarnya enggan disebutkan dengan dalih ingin menjaga kondusifitas di sekitar kos.
"Totalnya ada enam titik atau enam kost yang dijadikan tempat praktik prostitusi di bulan Ramadan," tegasnya.
Masih kata Suaidi Asyikin, hasil pendataan petugas, bahwa para pelaku baik si PSK maupun pria hidung belang tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Sampang, namun ada juga yang dari luar kota.
Baca Juga: Cara Cek Pengumuman SNBP 2023 dan 39 Link yang Bisa Digunakan, SORE INI!
"Untuk para pelaku mayoritas berasal dari luar daerah Sampang, seperti Banyuwangi, Jember, Pamekasan, Sumenep dan Bangkalan," tandasnya.
Berbeda dengan di Sampang Madura, Pemerintah Kabupaten Situbondo memutuskan tetap mengizinkan tempat pelacuran atau lokalisasi untuk tetap beroperasi selama Ramadan 2023. Syaratnya para PSK wajib ikut tarawih dan tadarus bersama.
Kasat Polisi PP Situbondo, Buchari mengatakan keputusan itu diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang pada akhirnya berujung pada penutupan bisnis lendir di kabupaten tersebut selamanya.
"Benar, tidak ada penutupan secara resmi. Namun kita sepakati agar ikut tarawih dan tadarus bersama, jika tidak ikut nanti akan ada tindak lanjut tegas," kata Buchari, seperti dilansir dari Times Indonesia media jejaring Suara.com.
Keputusan tetap membuka lokalisasi selama bulan ramadan, menurut Buchari, didasari kepada langkah-langkah yang sudah dilaksanakan Satpol PP Situbondo sebelumnya.
Mulai dari sosialisasi hingga penutupan paksa dan tindakan represif namun tidak membuahkan hasil. "Berhenti sebentar, nanti kambuh lagi," katanya.
Berita Terkait
-
Jangan Dipaksa! Pasien Diabetes Harus Batalkan Puasa Jika Alami Kondisi Ini
-
Jadwal Imsakiyah Selasa 28 Maret 2023 Untuk Wilayah Bali dan Sekitarnya
-
Safari Ramadan di Gresik, Khofifah Bersama Baznas Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim
-
Bacaan Doa Puasa Hari ke-6 Bulan Ramadhan 1444 H, Lengkap dengan Teks Latin dan Artinya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen