/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 14:22 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan pemegang lisensi produk Piala Dunia U-20 2023. ([ANTARA/Michael Siahaan])

FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Deretan penolakan kehadiran Timnas Israel sebagai salah satu peserta disebut-sebut menjadi salah satu alasan FIFA batal menunjuk Indonesia sebagai host.

Meski demikian, FIFA bukan pertama kali mengganti tuan rumah Piala Dunia U-20.

Melansir akun Instagram @garudafansbook, Jumat (31/3/2023), ada lima gelaran Piala Dunia U-20 yang berganti tuan rumah.

Dimulai dari gelaran Piala Dunia U-20 1991 yang awalnya berlangsung Nigeria menjadi Portugal.

Alasannya Asosiasi Sepak Bola Nigeria (NFF) melakukan pelanggaran fatal. Mereka menggunakan pemain yang susianya tidak sesuai alais pemalsuan umur.

Berlanjut ke Piala Dunia 1993 yang sejatinya berlangsung di Yugslavoa. Namun negara itu terjadi perang besar setelah konflik politik dalam negeri dan runtuhnya Uni Soviet. Tuan rumah akhirnya bergeser ke Australia

Kemudian Piala Dunia U-20 1995 yang lagi-lagi awalnya berlangsung di Nigeria namun batal karena wabah meningitis. Venue pun dipindah ke Qatar.

Iraq juga mengalami hal yang sama saat status tuan rumah Piala Dunua U-20 2003 dibatalkan. Pasalnya, terjadi invasi oleh militer Amerika Serikat (AS) di tahun penyelenggaraan.

Baca Juga: Sengaja Batal Puasa Ramadhan Padahal Tidak Sedang Sakit atau Haid, Boleh Ganti Hari Lain atau Tidak?

Terakhir adalah Indonesia yang gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. FIFA membatalkan status itu setelah sebelumnya muncul berbagai penolakan keberadaan Timnas Israel sebagai peserta.

Itulah tadi empat gelaran Piala Dunia U-20 yang berganti tuan rumah.

Load More