/
Selasa, 04 April 2023 | 13:27 WIB
Amien Rais bersama Pimpinan Partai Ummat (Suara.com)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo masih menjadi bulan-bulanan kelompok pecinta sepak bola terhadap pernyataannya menolak Timnas Israel bermain di Indonesia dalam Piala Dunia U-20.

Imbasnya, Indonesia batal menjadi tuan rumah dan dicoret dari tim yang bertarung di pertandingan elit kelas dunia itu.

Tak hanya menjadi bulan-bulanan masyarakat, Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais ikut bereaksi dengan pencoretan Indonesia bermain di Piala Dunia U-20.

Ia menyoroti kemungkinan elektabilitas Ganjar Pranowo yang akan turun drastis terkait penolakannya itu.

"Setelah pencabutan FIFA Indonesia sebagai tuan rumah, mungkin ada sanksi lebih berat. Tiba-tiba Pak Ganjar nyungsep. Elektabilitasnya kena dampak luar biasa," terang Amien Rais dikutip dari Suara.com, Selasa (4/4/2023).

Langkah Ganjar sendiri dianggap strategi untuk menarik massa dan simpati masyarakat. Namun Amien menilai bahwa yang dilakukannya justru menjadi bumerang untuk kehancurannya.

"Kehancurannya sudah terlihat kan. Itu tentu mengurangi magnitude besaranya kehancuran secara sistematik, tapi kita belum tahu," terang dia.

Hal ini tentu menjadi hal positif untuk Amien Rais. Mengingat dukungan Partai Ummat kepada Anies Baswedan masih terus digaungkan.

"Kita ini Anies Baswedan," ujarnya singkat.

Baca Juga: Amien Rais Sebut Akar Kehancuran Politik Era Jokowi Warisan Megawati Soekarnoputri, Disebut Zalim hingga Anti Nasionalis

Sebelumnya, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali, I Wayan Koster disebut-sebut menjadi pemicu batalnya Indonesia berlaga di Piala Dunia U-20. Hal itu menyusul penolakan dua tokoh politik itu yang menolak kedatangan Timnas Israel bertarung di Indonesia.

Meski demikian, FIFA tak pernah menyebutkan alasan detail pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun spekulasi masyarakat dan kesimpulan dari beberapa pihak mengaitkan pembatalan tersebut akibat dari penolakan Timnas Israel U-20 ke Indonesia.

Load More