Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengultimatum klub yang terlibat pengaturan skor atau match fixing akan mendapatkan sanksi berat.
Diketahui, hingga saat ini mafia bola masih tumbuh subur di dunia sepak bola. Tak terkecuali sepak bola Indonesia.
Hal ini pun membuat Erick Thohir selaku Ketua PSSI bersemangat ingin untuk memberantas mafia bola yang melakukan match fixing karwna merugikan persepakbolaan Indonesia.
Dirinya pun memberikan ancaman hukuman bagi pelaku match fixing di Liga Indonesia musim depan. Baik untuk klub, pemain hingga wasit.
.
"Wasitnya dihukum seumur hidup, pemainnya dihukum seumur hidup, ya, klubnya degradasi aja sekalian. Serius ini. Kita sudah punya komitmen itu," kata Erick Thohir dalam postingan Instagram @pengamatsepakbola, Sabtu (15/4/2023).
Erick mengatakan indikasi match fixing dapat dilihat melalui statistik ataupun rekaman karena teknologi sudah maju
"Jadi tidak ada istilah main-main sekarang karena kita ingin menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi," tegas mantan bos Inter Milan tersebut.
Sesumbar itu mendapat tanggapan beragam dari warganet. Ada yang memberikan dukungan penuh, namun tak sedikit juga yang memberi sindiran.
"Mau pakai teknologi apapun cari indikasi match fixing kalau tidak ada kemauan dan keseriusan ya sama jg hamka," tulis @daeng****.
"Ini semua klub didegradasi, atau ada pengecualian?," tambah @onlineper****.
Baca Juga: Nagita Slavina Blokir Nomor WA dan Instagram Jessica Iskandar
"Idenya sudah bagus. yang diragukan implementasinya. Apalagi bersangkutan dengan tim besar yang melakukannya. Jadi ragu," tambah @luthfie***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026