/
Sabtu, 15 April 2023 | 15:36 WIB
Menteri BUMN yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) bersama Menpora Zainudin Amali (kanan) dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (tengah) saat mengecek kondisi Stadion Manahan Solo ([ANTARA])

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengultimatum klub yang terlibat pengaturan skor atau match fixing akan mendapatkan sanksi berat.

Diketahui, hingga saat ini mafia bola masih tumbuh subur di dunia sepak bola. Tak terkecuali sepak bola Indonesia.

Hal ini pun membuat Erick Thohir selaku Ketua PSSI bersemangat ingin untuk memberantas mafia bola yang melakukan match fixing karwna merugikan persepakbolaan Indonesia.

Dirinya pun memberikan ancaman hukuman bagi pelaku match fixing di Liga Indonesia musim depan. Baik untuk klub, pemain hingga wasit.
.
"Wasitnya dihukum seumur hidup, pemainnya dihukum seumur hidup, ya, klubnya degradasi aja sekalian. Serius ini. Kita sudah punya komitmen itu," kata Erick Thohir dalam postingan Instagram @pengamatsepakbola, Sabtu (15/4/2023).

Erick mengatakan indikasi match fixing dapat dilihat melalui statistik ataupun rekaman karena teknologi sudah maju

"Jadi tidak ada istilah main-main sekarang karena kita ingin menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi," tegas mantan bos Inter Milan tersebut.

Sesumbar itu mendapat tanggapan beragam dari warganet. Ada yang memberikan dukungan penuh, namun tak sedikit juga yang memberi sindiran.

"Mau pakai teknologi apapun cari indikasi match fixing kalau tidak ada kemauan dan keseriusan ya sama jg hamka," tulis @daeng****.

"Ini semua klub didegradasi, atau ada pengecualian?," tambah @onlineper****.

Baca Juga: Nagita Slavina Blokir Nomor WA dan Instagram Jessica Iskandar

"Idenya sudah bagus. yang diragukan implementasinya. Apalagi bersangkutan dengan tim besar yang melakukannya. Jadi ragu," tambah @luthfie***.

Load More