Suara Joglo - Beberapa kali terjadi kasus kekerasan berujung kematian terhadap santri di Pondok Pesantren. Misalnya kasus penganiayaan santri Gonto Ponorogo, Pasuruan, lalu di Bangkalan Madura, beberapa waktu lalu.
Kemudian satu lagi kasus yang membetot perhatian masyarakat adalah kematian santri asal Ngawi yang dianiaya seniornya di sebuah pondok pesantren di Sragen Jawa Tengah. Kasus ini kini masuk persidangan dengan terdakwa sejumlah santri.
Orangtua korban santri asal Ngawi ini keliling ke mana-mana mencari keadilan atas kematian anak semata wayangnya berinisial DWW (14) tersebut. Terbaru, orangtuanya sampai ke Jakarta mengadu ke pengacara kondang, Hotman Paris.
1. Tewas dianiaya seniornya
Kesedihan Jumasri warga Desa Katikan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi belum reda sampai sekarang. Putra semata wayangnya DWW (14) meninggal dunia dianiaya sesama santri (santri senior) pada 19 November 2022 lalu.
Namun, pelaku yang berusia 17 tahun tidak ditahan meski saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam Pengadilan Negeri Sragen, Jawa Tengah. Dia pun berangkat ke Jakarta Pusat untuk datang ke Kopi Joni. Hukuman itu membuat Jumasti merasa tidak mendapat keadilan.
"Anak saya hanya satu. Kalau lihat tidak ada keadilan untuk anak saya ini saya sedih sekali. Karenanya, saya memutuskan untuk mendatangi Bang Hotman. Supaya beliau bisa membantu. Kami sedih sekali jika anak kami tidak mendapatkan keadilan. Anak kami selalu datang dalam mimpi kami," lanjut Jumasri.
2. Korban tak punya riwayat sakit apapun
Kabar kematian DWW sempat membuat shock keluarga. Sebab, DWW diketahui tak punya riwayat sakit apapun, bahkan sempat dijenguk orang tua dalam keadaan sehat.
Baca Juga: Tetap Tenang Meski Lebaran Tanpa ART, Ada Robot Vacum Pembersih dengan Teknologi AI yang Canggih
Sang paman, K, langsung terlibat begitu mendengar kabar meninggalnya DWW. Dia mendampingi ayah korban, DMW, pergi ke ponpes di Sragen, Jawa Tengah, untuk menjemput jenazah keponakannya.
Dia membenarkan, sebelum sampai ponpes, mereka mampir ke Polsek Masaran guna melaporkan kejadian itu. Setelah sampai pondok dan melihat keponakannya sudah diselimuti kain kafan, dia dan adiknya membukanya.
3. Ada bekas luka lebam
Pada tubuh DWW ternyata ada bekas luka lebam di wajah dan tubuh bocah kelas IX SMP itu. "Setelah itu kami tanya ke pihak ponpes, katanya, DWW ini sempat melakukan pelanggaran dengan tidak menjalankan piket,” kata K.
K menuturkan, menurut keterangan perwakilan ponpes, pada Sabtu (19/11/2022) malam sekitar pukul 23.00 WIB, DWW dipanggil oleh seniornya yang sudah SMA. Keponakannya kemudian mendapat hukuman. "Kemudian, pada Minggu pagi DWW dinyatakan meninggal," kata K.
4. Kasus sudah masuk persidangan
Kasus ini sebenarnya sudah masuk persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen Jawa Tengah. Namun salah satu pelaku ternyata tidak ditahan sebab pertimbangan usia yang dianggap masih di bawah umur, yakni 17 tahun.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Dapat Aduan Orang Tua Santri Asal Ngawi Meninggal Dianiaya Seniornya
-
Ironis! 3 Kasus Kekerasan di Pesantren Jatim, Semua Korban Meninggal
-
Ngeri! 9 Santri Jadi Tersangka, Aniaya Juniornya Sampai Tewas di Ponpes Madura
-
Santri Di Bangkalan Tewas Dianiaya Senior, Polisi Periksa 20 Orang Saksi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mitsubishi Siap Produksi Pikap Kopdes Merah Putih, Tapi Belum Pernah Ditawari Agrinas
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Terjadi Lagi, Gajah Mati Ditemukan di TNTN: Diduga Akibat Infeksi Terkena Jerat
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026