- Tim SAR gabungan menemukan jasad Anindita Mantika Muslim di perairan Pantai Bintaro pada Minggu pagi, 31 Mei 2026.
- Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung setelah terseret arus sejauh 1,81 mil dari Pantai Karang Buyuk.
- Operasi pencarian dua remaja tersebut resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Suara.com - Operasi pencarian besar-besaran terhadap dua remaja yang terseret ombak di perairan Mataram resmi berakhir pada Minggu (31/5/2026) pagi. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Anindita Mantika Muslim (9), korban kedua yang dilaporkan hilang sejak Jumat sore di Pantai Karang Buyuk.
Anindita ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah jasadnya terombang-ambing di laut, tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama yang ditemukan sehari sebelumnya.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mengungkapkan bahwa titik terang pencarian muncul setelah adanya laporan dari masyarakat pesisir yang sedang beraktivitas di pagi hari.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa korban terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Bintaro," ujar Bustanil dalam keterangannya, Minggu.
Begitu menerima informasi tersebut pada pukul 07.10 Wita, tim penyelamat yang tengah menyisir laut langsung meluncur ke titik koordinat yang dilaporkan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke darat dan segera dipulangkan ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Bustanil menjelaskan bahwa posisi penemuan korban telah bergeser cukup jauh dari titik awal kejadian akibat terseret arus laut ke arah utara.
"Korban ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian, jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukan-nya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup," tegas Bustanil.
Penemuan Anindita ini menyusul ditemukannya korban pertama, Pietro Lionel Alesandro Seda (13), pada Sabtu (30/5) pagi. Pietro sebelumnya ditemukan mengapung di sekitar Pantai Skip, Mataram, sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Keberhasilan evakuasi kedua korban ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas instansi. Operasi ini melibatkan personel dari Kantor SAR Mataram, Sat Brimob dan Polairud Polda NTB, jajaran Polresta Mataram, TNI, Tagana, hingga dukungan penuh dari para nelayan setempat yang ikut menyisir perairan menggunakan perahu swadaya.
Baca Juga: Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
Dengan ditemukannya seluruh korban, pihak berwenang kembali mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di bibir pantai, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang yang sulit diprediksi.
Berita Terkait
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Hanyut Sejauh 5 Kilometer, Balita yang Terseret Arus di Srengseng Ditemukan Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan