Suara Joglo - Nama Ida Dayak memang sedang menjadi sorotan beberapa hari terakhir ini. Ia dianggap memiliki kesaktian pengobatan, spesialis patah tulang. Ida Dayak bahkan diundang untuk mengobati sejumlah pejabat.
Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial. Dalam video itu disebutkan kalau Ia mendapat hadiah emas dari Raja Salman Arab Saudi dan sebuah kondominium gegara berhasil menyembuhkan pangeran Arab Saudi.
Namun dikutip dari laman turnbackhoaks.id, hasil periksa fakta Ainayya Al Fatikhah, Ida Dayak sama sekali tidak pernah mengobati Pangeran Arab. Seperti narasi video: "VIRAL – Ibu Ida Dayak Dapat Hadiah Emas & Kondominium Dari Raja Arab, Usai Sembuhkan Pangeran Arab."
[PENJELASAN]:
Channel YouTube Sosial Update (https://www.youtube.com/@sosialupdate7198) pada 2 April 2023 mengunggah video dengan judul dan keterangan yang mengklaim bahwa Ibu Ida Dayak mendapatkan hadiah berupa emas dan kondominium dari Raja Arab.
Dalam narasi disebutkan bahwa sebelumnya, Presiden Jokowi memberi mandat kepada Ibu Ida Dayak untuk memenuhi panggilan dari Arab guna mengobati Pangeran Al-Waleed yang telah koma selama 17 tahun.
Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa ketika Ibu Ida Dayak baru memegang tangan dan kepala sang pangeran, dalam sekejap Pangeran Al-Waleed langsung siuman dari koma panjangnya.
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya tidak ada satu pun pernyataan resmi yang mengabarkan bahwa Ibu Ida Dayak diberi mandat oleh Presiden Jokowi untuk datang ke Arab guna mengobati Pangeran Al-Waleed.
Selain itu, tidak pernah ada pula pemberitaan resmi mengenai Ibu Ida Dayak yang mengobati dan menyembuhkan Pangeran Al-Waleed dari komanya. Hingga saat ini, diketahui bahwa kondisi Pangeran Al-Waleed masih dalam keadaan koma dan hidup dengan bantuan alat medis.
Baca Juga: Momen Unik Rombongan Moge Kawal Kepulangan David Ozora, Mario Dandy Disentil Netizen
Penelusuran fakta bahwa Ibu Ida Dayak tidak mengobati Pangeran Arab, dengan demikian informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube Sosial Update merupakan konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Arya Saloka dan Amanda Manopo Kepergok Video Call Mesra, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Putri Candrawathi Hembuskan Napas Terakhir di Penjara, Tangis Keluarga Pecah, Benarkah?
-
CEK FAKTA: KPK Seret Paksa SBY, Jokowi Ambil Alih Kasus Korupsi Hambalang, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Tangis Bersyukur Ida Dayak Saat Sembuhkan Pangeran Arab
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
Edukasi Keuangan TAF dan OJK Bantu Konsumen Ambil Keputusan Bijak di GIIAS 2026
-
Siapa Ahmad Dedi alias Dedi Congor? Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terima Suap Rp30 Miliar
-
30 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka 2026 Membakar Semangat untuk Status WA
-
Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
-
Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16
-
Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian
-
Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif