/
Selasa, 18 April 2023 | 13:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Instagram/@ahmadsahroni88)

Kritikan TikToker asal Lampung, Bima Yudho masih disorot publik saat ini. Berniat membuat Pemprov Lampung berbenah atas kritikan yang dilayangkan, justru menjadi bumerang bagi Bima sendiri hingga dipolisikan salah satu pengacara asal Lampung.

Menanggapi persoalan yang dialami Bima Yudho, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Saroni menilai yang disampaikan Bima Yudho adalah kritikan yang memang sesuai fakta.

"Sebab saya rasa kritik yang disampaikan Bima masih dalam jalur yang benar, jadi tidak perlu ada intervensi hukum berlebih," terang Sahroni dalam keterangannya yang dikutip Selasa (18/4/2023).

Sahroni mengatakan bahwa apa yang disampaikan pemilik akun Awbimax Reborn ini merupakan keresahan dari warga Lampung yang mereka rasakan selama ini.

Ia juga meminta Pemprov Lampung untuk terbiasa dengan kritikan yang kerap dilayangkan warganya, terutama anak muda. Pemprov Lampung harus lebih beradaptasi dengan kritikan apalagi hal itu sesuai fakta yang ada.

"Pemprov Lampung yang sedang dalam sorotan harus lebih terbiasa dengan kritik. Walaupun ada beberapa bahasa yang keras, tapi itu sesuai fakta di lapangan. Jadi seharusnya mau mendengarkan kritik yang membangun, bahkan ajak kolaborasi bila perlu," terang Sahroni.

Kritikan itu juga menyusul dengan teguran dari Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi kepada orang tua Bima. Sahrni juga cukup kecewa dengan sikap kepala daerah yang tak mencerminkan sosok yang bijak.

"Saya dengan kan ayahnya sempat ditegur oleh gubernur. Tentu ini sangat disayangkan. Harusnya gubernur berterima kasih dan memberikan apresiasi. Kalau saya lihat dari fakta yang ada, jalanan dan infrastrukturnya memprihatinkan. Bahkan banyak masyarakat Lampung yang mendukung kritikan Bima, berari yang benar," ujar dia.

Sahroni sekaligus meminta Kapolri untuk tidak memperpanjang masalah tersebut.

Baca Juga: Soal Pelaporan Bima Yudho ke Polisi, Polda Lebih Fokus Urus Mudik Ketimbang Laporan Ghinda Ansori

"Saya minta Pak Kapolri dan seluruh jajaran yang di bawah untuk tak melanjutkan kasus ini. Pastikan seluruh anggota Bapak, di Polda, Polres dan Polsek tidak ada yang mengancam Bima dan keluarganya," kata dia.

Load More