Suara.com - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tengah menjadi sorotan, buntut viralnya kritik seorang Tiktoker, Bima Yudho Saputro. Daerah yang dipimpinnya, disebut gagal dalam hal pembangunan infrastruktur. Ia lantas diminta tak arogan dan mendengar masukan itu.
Sekretaris Gelora Lampung Imron Rosadi turut buka suara. Ia mengimbau Arinal sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, agar mau menerima kritik. Di sisi lain, sebelum kasus Bima, Gubernur Lampung ini memang sempat beberapa kali terlibat kontroversi. Berikut daftarnya.
Bentak Jurnalis
Sikap arogan Arinal sempat muncul saat dirinya membentak jurnalis pada 2020 lalu. Ketika membahas soal pilkada di Lampung, ia berkata dengan nada kasar kepada salah satu wartawan yang akan meliput. Arinal mengaku bahwa ia dulunya preman.
Hal tersebut lantas menerima sorotan dari Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Hendri Yansah. Ia menyebut bahwa tak sepatutnya seorang pemimpin daerah bersikap kasar terhadap jurnalis. Bahkan, seharusnya menjadi panutan warga.
Usai sikap arogannya viral, pihak Pemprov Lampung lantas memberikan klarifikasi. Disebutkan bahwa apa yang dilontarkan Arinal Djunaidi saat itu hanya sebatas gurauan. Sang gubernur juga, katanya, tidak bermaksud membentak jurnalis.
Tantang Mendikbudristek
Arinal sempat menantang Nadiem Makarim. Dalam rapat pada 2021 lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) itu menyampaikan keluhannya kepada anggota DPR. Tepatnya soal sekolah tatap muka yang tidak dijalankan di Lampung.
Lalu, dalam potongan video yang beredar, Gubernur Lampung tampak naik darah. Ia menjelaskan bahwa dua hari sebelum waktu tatap muka, 14 kabupaten di sana baru saja terbebas dari zona merah pandemi Covid-19. Ia kemudian menitip salam bahwa dirinya siap menantang Nadiem Makarim.
Sebut Orang Tua Bima Salah Didik Anak
Baca Juga: Golkar 'Gerah' Kadernya Arinal Djunaidi Dicap Gubernur Lampung Anti Kritik
Gubernur Lampung kembali terlibat kontroversi usai dikabarkan mengintimidasi keluarga Bima. Ia menyebut orang tua Bima salah dalam mendidik anak. Dikatakan oleh ayah sang Tiktokers, Juliman, Arinal menyampaikannya melalui telepon. Hal itu lantas membuatnya tersinggung.
Sementara itu, dalam video yang beredar, Arinal terlihat sedang berjalan keluar dari suatu gedung ke arah mobil. Kehadirannya pun telah dinanti para wartawan yang hendak menanyakan kebenaran soal intimidasi terhadap orang tua Bima tersebut.
Mengetahui pertanyaan itu, Arinal malah menanggapinya dengan sewot. Ia meminta agar publik menanyakan langsung terkait hal tersebut kepada orang tua Bima, bukan dirinya. Lalu, saat dicecar, ia pura-pura tidak paham dan melanjutkan langkahnya ke mobil.
"Tanya aja sama orang tuanya Bima, kamu itu," ucap Arinal saat ditanya awak media soal kebenaran dirinya mengintimidasi orang tua Bima.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Golkar 'Gerah' Kadernya Arinal Djunaidi Dicap Gubernur Lampung Anti Kritik
-
Dikritik Brima, 4 Fakta Kondisi Kota Baru Lampung Mangkrak Bak Kota Mati
-
Akui Terima Laporan Soal Bima Yudho, Polda Lampung: Sedang Kami Pelajari
-
Viral Kata-kata Gubernur Lampung Soal Intimidasi Ortu Bima, Warganet sampai Nyebut
-
Menelusuri Jejak Karier Gubernur Lampung: Ngaku Dulu Sempat Jadi Preman
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan