Skandal perselingkuhan Virgoun yang dibongkar oleh istrinya, Inara Rusli telah menyeret nama Tenri Ajeng Anisa alias Tenten Anisa. Dalam persoalan ini, Tenten Anisa disebut-sebut sebagai duri bagi rumah tangga Virgoun.
Tak tinggal diam, Tenten Anisa gandeng kuasa hukum untuk melayangkan somasi terbuka terhadap vocalis Last Child dan istrinya tersebut.
Jalan itu ditempuh lantaran pihak Tenten Anisa merasa dirugikan atas persoalan rumah tangga Virgoun.
“Memang yang menyebarkan adalah istrinya. Namun, kontennya sendiri itu adalah, karena ada pernyataan semacam surat pernyataan yang dibuat oleh Virgoun, di mana menyatut nama klien kami,” ujar kuasa hukum Tenten Anisa, Milano Lubis, dikutip dari unggahan @YozAdifitra, Rabu (3/4/2023).
“Seolah-olah klien kami ini adalah pelakor, atau adalah pihak ketiga keretakan atau permasalahan rumah tangganya,” lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya melayangkan somasi terbuka untuk Virgoun dan Inara Rusli, Selasa (2/4/2023) kemarin. Mereka menuntut keduanya agar memberikan permohonan maaf dan klarifikasi.
“Akan kami kirim hari ini juga, untuk segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf kepada klien kami, karena di sini klien kami menjadi korban akibat perseteruan antara suami istri ini, tapi klien kami yang dibawa-bawa,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pihak Tenten Anisa akan memberikan waktu dua hari untuk Virgoun dan Inara Rusli sebelum menyeret kasus tersebut ke pihak berwajib.
Terlepas dari hal itu, Tenten Anisa merasa dirugikan karena perseteruan tresebut telah merusak reputasinya. Pasalnya, banyak netizen tak bertanggung jawab telah memberikan statement dengan akun bodong yang mengatasnamakan dirinya.
Baca Juga: Idap Jantung, 3 Fakta Seputar Tewasnya Mustopa Pelaku Penembakan Kantor MUI
“Saya tidak pernah klarifikasi apapun di akun saya. Tidak ada. Jadi, itu semua akun palsu. Karena akun saya itu udah banyak banget yang palsuin,” ungkap Tenten Anisa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026