Proyek lampu penerangan jalan Kota Medan yang kondang disebut lampu pocong disebut sebagai proyek gagal. Sikap Wali Kota Medan Bobby pun jadi sorotan.
Dikutip dari akun twitter pribadinya, Wali Kota Medan Bobby Nasution baru-baru ini mengunggah video pernyataan terkait pengadaan proyek lampu penerangan jalan yang viral disebut lampu pocong.
Proyek lampu senilai Rp21 miliar itu dianggap sebagai proyek gagal lantaran tak sesuai spesifikasi yang ditentukan sebelumnya.
"Proyek lampu jalan yang selama ini disebut lampu pocong oleh masyarakat kami anggap proyek ini total loss atau proyek gagal," tulisnya.
Lebih lanjut sebagai sanksinya, kontraktor diminta untuk mengembalikan uang Rp21 miliar yang sudah dipakai untuk mengerjakan proek tersebut.
"Untuk itu saya meminta kontraktor mengembalikan uang Rp21 miliar yang sudah dipakai untuk mengerjakan proyek lampu ini," pintanya.
Namun, sikap mantu Presiden Jokowi itu bukannya meraih simpati justru menimbulkan beragam sorotan. Tak sedikit yang mempertanyakan keputusannya meminta uang ke kontraktor padahal proyeknya tak sesuai spesifikasi.
"Lah desainnya dari siapa? pengawasannya gimana? jenis kontraknya apa? selama proses pengerjaan pemkot ikut monitor? ada konsultan? Apa 100 persen salah kontraktor kok diminta balikin duit miliaran gitu?" tanya narkosun.
"Anehnya lagi kalo kerjaan kontraktor bermasalah kok bisa2nya mereka terima pembayaran? Laporan pekerjaan/BASTnya siapa yang cek? Siapa yang approve? Ya pihak pemkot/konsultan yang ditunjuk pemkot lah. Terus mereka2 ini ga diusut? Ga disanksi? Ayu bang @bobbynasution transparan lah," kata ace.
Baca Juga: Agenda dan Isu yang Dibahas di KTT ASEAN, Termasuk Soroti Konflik Myanmar
"Kenapa yang disalahkan kontraktor? Bukankah perencanaannya dari pemda? Kontraktor hanya bisa disalahkan kalau tidak sesuai spek?" tanya bungdree.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha