Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) telah menemukan alat bukti gratifikasi untuk menyeret mantan perwira menengah Achiruddin Hasibuan ke kursi pesakitan.
Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Pencegahan KPK, Ipi Maryati. Ditemukannya alat bukti tersebut juga menghentikan klarifikasi LHKPN Achiruddin Hasibuan yang sedang dilakukan KPK.
Sebelumnya, KPK dan Polda Sumut bekerjasama membongkar dugaan tindak pidana korupsi Achiruddin Hasibuan. Hal itu terungkap setelah kasus viralnya mahasiswa Medan dihajar habis oleh anak Achiruddin yakni Aditya Hasibuan.
"Polda Sumut telah menemukan bukti penerimaan gratifikasi terkait dugaan tindak korupsinya (Achiruddin Hasibuan). Jadi tidak perlu lagi pemeriksaan terpisah oleh KPK atas LHKPN yang bersangkutan," kata Ipi dikutip dari Suara.com, Jumat (12/5/2023).
Selanjutnya KPK akan mendukung kebutuhan untuk penyidikan Polda Sumut.
"Saat ini KPK siap men-support data, baik transaksi keuangan dan informasi lain yang dibutuhkan untuk penanganan perkaranya," tambah dia.
Dengan ditemukannya bukti tersebut, Polda Sumut juga sudah berkirim surat ke Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melanjutkan penyidikan gratifikasi yang menjerat Achiruddin Hasibuan.
Kasus yang menyeret mantan polisi ini sempat menjadi sorotan tajam publik di Indonesia. Awalnya hanya penganiayaan yang dilakukan oleh Aditya Hasibuan.
Namun hal itu makin melebar setelah dilakukan penyelidikan mendalam terhadap kekayaan Achiruddin yang janggal. KPK akhirnya turun tangan untuk mengungkap dugaan tindak korupsi. Bersama dengan Polda Sumut, dugaan tersebut akhirnya terbukti dengan ditemukannya bukti gratifikasi.
Baca Juga: 5 Sumber Kekayaan Suami Nikita Willy, Terlahir dari Keluarga Old Money
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil