Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), menjadi pesta demokrasi untuk masyarakat desa. Hanya saja di Madura momen Pilkades tampak berbeda, karena emak-emak disana juga ikut melakukan perhitungan suara di luar panitia.
Seperti diketahui kalau Pilkades adalah ajang pemilihan kepala desa yang terjadi di banyak desa di Indonesia. Dalam momen tersebut, akan ada beberapa calon kepala desa yang berusaha merebut hati warga supaya dipilih menjadi kepala desa.
Adapun setelah suara terkumpul, maka proses perhitungan suara dimulai dan disaksikan oleh warga. Perhitungan suara dilakukan oleh panitia dan dilakukan secara transparan sehingga orang-orang bisa datang.
Namun ada sesuatu yang berbeda, di ajang Pilkades Madura. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @seindonesiaku, memperlihatkan proses perhitungan suara Pilkades yang dilakukan di sebuah desa di Madura.
Perhitungan disaksikan oleh warga sekitar sehingga proses perhitungan bisa berjalan adil. Meski begitu, di antara warga yang menyaksikan perhitungan suara ada seorang ibu atau emak-emak yang ikut melakukan perhitungan suara di luar panitia.
Caranya dengan menggunakan batu dan beberapa gelas plastik, yang berbeda untuk masing-masing calon pilkades. Ibu itu duduk di halaman rumah,, dan tampak serius untuk memasukkan batu ke beberapa gelas plastik.
“Pilkades Madura emak-emak turun tangan,” tulis keterangan di video.
Video ini pun mendapatkan respon dari warganet. Beberapa warganet memberikan komentar, mengenai video unik tersebut.
“Ketika ras terkuat di bumi, sudah turun gunung dijamin akan keakuratan datanya,” ujar warganet.
Baca Juga: Dianggap Cocok Jadi Penerus Gibran, Sekar Tandjung: Kita Fokus Naikkan Suara Golkar di Solo
“Konsentrasi mak. Kejujuran ada di tangan mu,” kata warganet.
“Ketika batu kerikil turun tangan hahaha,” ungkap warganet.
“Penentuan juara dari berat tinbangan batu,” tutur warganet.
Hingga kini video masih memperoleh banyak komentar dari warganet, dan video pun mendapatkan 1.611 likes dari warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
JYS 2026 di Osaka Umumkan Pemenang, Pemuda Dunia Berinovasi dan Berkolaborasi
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
-
Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange
-
AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita
-
DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak
-
Makeup Anti-Luntur! 4 Setting Spray Mulai Rp38 Ribu untuk Kulit Berminyak
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian