/
Kamis, 01 Juni 2023 | 16:16 WIB
Presiden Jokowi ngaku kena prank saat saksikan Timnas Indonesia kontra Thailand ([Jokowi/Instagram])

Ramainya soal cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut ditanggapi Ketum Hanura, Oesman Sapta Ondang. Menurutnya Presiden perlu melakukan hal itu agar sisa perjuangan Pemerintah dapat dinikmati masyarakat luas.

"Presiden harus cawe-cawe, karena kan presiden enggak bisa meninggalkan gitu saja sisa perjuangan yang telah dinikmati masyarakat," terang Oesman Sapta Ondang dikutip dari Antara, Kamis (1/6/2023).

Bukan tanpa alasan, menurut Oesman, sikap yang jadi sorotan ke presiden saat ini sudah memiliki batas. Pertama tentunya mengingatkan kepada pemimpin partai politik agar semua program yang dijalankan pemerintah berada di jalur yang perlu diteruskan.

Tak hanya itu, menjelaskan ada beberapa hal termasuk program pengembangan ke depan perlu diperbaiki terutama yang tak maksimal berjalan di era presiden sebelumnya.

"Jadi yang kurang perlu lah diperbaiki oleh yang baru (presiden). Jadi jangan semua nantinya dianggap tidak ada," jelas dia.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat mengkritik upaya cawe-cawe, atau ikut campurnya pemimpin negara dalam Pemilu 2024 mendatang.

Jokowi diminta cukup fokus dalam menyelenggarakan Pemilu 2024 yang sehat tanpa ada hasutan kebencian serta pengawasan terhadap kecurangan dalam pemilu nanti.

Sebagian publik mendukung dengan kritikan tersebut menyusul cukup pemimpin baru yang menentukan arah bangsa. Ingin melanjutkan yang sudah dibangun atau membuat hal baru untuk mengganti dengan yang baru.

Baca Juga: Soroti Sikap Cawe-cawe Jokowi Terkait Pemilu 2024, Pakar UGM: Niatan Baik Presiden Ini Mestinya Dikawal

Load More