Erick Thohir memiliki peluang lebih besar untuk maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Hal itu berkaitan dengan kemampuannya selama menjabat sebagai Menteri BUMN.
Pengamat Politik Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Silvanus Alvin menerangkan bahwa kepiawaian Erick Thohir dalam komunikasi politik menjadi alasan yang cukup konkret untuk bersanding dengan Ketum Gerindra di Pilpres 2024 nanti.
"Bagi saya, Erick Thohir lebih ada peluang dengan Prabowo Subianto," terang Silvanus Alvin, Rabu (14/6/2023).
Di sisi lain hasil survei dari Poltracking Indonesia juga menunjukkan angka yang cukup baik ketika Prabowo-Erick disimulasikan sebagai pasangan capres dan cawapres. Mereka menduduki peringkat ke-1 dengan perolehan angka 30,3 persen.
Di sisi lain Erick juga unggul dibanding tokoh politik yang dianggap cocok maju di Pilpres 2024. Masih dari hasil survei Poltracking Indonesia, mantan bos Inter Milan ini menempati posisi pertama dengan koleksi angka 16,3 persen dari 20 nama cawapres yang disimulasikan.
Diubah dengan simulasi 10 nama, Erick Thohir juga memimpin urutan cawapres yang disurvei. Memang perolehan angkanya sedikit unggul dari Sandiaga Uno dengan angka 15,5 persen. Sementara Ketum PSSI ini mengantongi 17,1 persen.
Selain itu, PAN juga cukup ngotot agar Prabowo mulai mendekati Erick Thohir untuk merangkulnya di Pemilu 2024.
Hal itu juga berkaitan dengan angka elektabilitas yang dapat didulang lebih banyak lewat Erick.
Sejauh ini, Gerindra sudah mengusung Ketumnya untuk maju di Pilpres 2024 mendatang. Namun Prabowo sendiri masih urung memutuskan pendampingnya saat di Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Golkar Berpeluang Gabung KKIR Dukung Prabowo, Airlangga Hartarto Sebut masih Ada Proses Panjang
Berita Terkait
-
Gerindra Sebut Muhaimin Iskandar masih jadi prioritas cawapres untuk Prabowo
-
Alasan PAN Beri Dukungan Penuh Erick Thohir maju Cawapres di Pemilu 2024: Bukan Kaleng-kaleng Portofolionya
-
Erick Thohir Beri Ultimatum Kepada Klub yang Belum Mengirimkan Pemainnya ke Timnas Indonesia, Sanksi Berat Bisa Diterima
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Mitratel - AALTO Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi
-
Listrik Mati Massal Jateng: 894 Ribu Pelanggan Terdampak Badai, 8 Wilayah Sempat Gelap Gulita
-
IHSG Mulai Bangkit, Pagi Ini Dibuka Melonjak 1,56%
-
Make Over Gandeng Rinaldy Yunardi Rilis Foundation Edisi Spesial, Angkat Keberanian Perempuan
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Disebut Layak Bela Timnas oleh Pelatihnya, Sebagus Apa Statistik Rivaldo Pakpahan?
-
Pengakuan Lawas Mimi Peri Viral, Incar 'Anak Kampung' Demi Hindari HIV AIDS
-
Nuon Telkom Gaspol Bangun Ekosistem Digital Indonesia, Targetkan Pasar 12 Miliar Dolar AS
-
Badai Cedera, 5 Pemain Baru Ini Berpeluang Debut Manis untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tutorial Naksir Sahabat Tanpa Kena Mental: Sebuah Review Novel Jungkir Balik