/
Rabu, 14 Juni 2023 | 19:59 WIB
Anies Baswedan dalam konferensi pers di Jalan Brawijaya X Nomor 46, Jakarta, Selasa (30/5/2023). ([ANTARA])

Anies Baswedan tak kunjung mengumumkan nama cawapresnya hingga saat ini. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta ini diminta untuk segera mengumumkan pendampingnya di Pemilu 2024.

Sejumlah nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Khofifah Indar Parawansa dan juga mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) masuk dalam daftar kandidat, meski begitu belum ada nama yang dipilih.

Menanggapi keputusan Anies Baswedan yang masih menunda mengumumkan pendampingnya, analis politik Arifki Chaniago menyebut bahwa penundaan itu berasalan. Anies dianggap masih mencari sosok pendamping yang lebih kuat.

Bukan tanpa alasan, butuhnya sosok yang lebih kuat itu melihat lawannya seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang akan dihadapi pada Pilpres 2024 mendatang.

"Agar bisa bersaing dengan Prabowo dan Ganjar, sepertinya Anies membutuhkan cawapres yang lebih kuat. Negosiasi tiket Anies dan kepastian cawapres akan terasa rumit jika tak ada ketidakpastian," kata dia.

Bahkan godaan PDI Perjuangan kepada Demokrat membuat Anies berpikir lebih kencang. Mengingat AHY sendiri akan bertemu Puan Maharani dalam waktu dekat.

"Anies tentu butuh tiket dari Demokrat untuk maju di Pilpres. Nah godaan (Demokrat) dari partai di luar Koalisi Perubahan dan Persatuan ini jadi sinyal," kata dia.

Arifki tak menampik, Demokrat bisa jadi bermanuver ke jalur PDI Perjuangan jika saja menemukan kesepakatan yang sesuai.

"Partai Demokrat bisa saja melakukan manuver politik untuk memastikan kursi cawapres AHY dengan mendekat ke partai lain yang berani memberikan garansi cawapres itu," katanya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Kecewa Zulhas Dukung Anies Baswedan, Kader PAN Ngamuk Bakar Kantor DPW

Dampak paling buruk adalah gagalnya Anies Baswedan maju sebagai calon presiden. Sehingga harus ada penguatan dari KPP sendiri.

"Jadi KPP tak bisa berbuat banyak ketika Demokrat memutuskan keluar dari koalisi. Kepastiannya Anies harus kehilangan tiket untuk maju sebagai capres," kata Arifki.

Load More