/
Kamis, 22 Juni 2023 | 21:08 WIB
Wasit Fariq Hitaba saat memimpin pertandingan Liga 1 2022/2023 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta. (Vidio.com)

Fariq Hitaba jadi wasit berlisensi FIFA bersama Oki Dwi Purba dan Sance Lawita yang tercoret dari seleksi untuk memimpin pertandingan Liga 1 2023/2024.

Padahal, Fariq Hitaba merupakan salah satu wasit elit Indonesia yang berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hitaba pernah mendapat hukuman dari PSSI pada musim 2022/2023 lalu. 

Saat itu, dia bersama Sance Lawita dan Yudi Nurcahya mendapat hukuman larangan memimpin laga Liga 1 selama delapan minggu.

Namun salah satu momen menarik Fariq Hitaba saat memimpin Liga 1 terjadi di laga Persib Bandung versus Persija Jakarta, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 1 Maret 2022.

Dalam sebuah momen, kapten Persib Bandung, Victor Igbonefo melakukan protes keras kepada Fariq Hitaba.

Bukannya mundur, Fariq Hitaba justru menunjukkan gestur garang hingga membuat Victor Igbonefo mundur.

Sementara itu melansir Bolatimes.com, sejat awal tahun 2020, Fariq Hitaba telah mendapatkan lisensi wasit dari FIFA. Berbekal lisensi tersebut, wasit kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, ini bisa memimpin pertandingan di level internasional.

Salah satu momen yang diingat dari kepemimpinan Fariq Hitaba ialah ketika dia menggunakan Video Assistant Referee (VAR) untuk mengambil keputusan.

Baca Juga: Temukan Sejumlah Masalah, Timwas Haji DPR Minta Pemerintah Lakukan Perbaikan

Momen itu terjadi pada kompetisi Liga 1 2017. Saat itu, dia memimpin pertandingan antara PS TNI melawan Persija Jakarta di Stadion Pakansari.

Pada pertandingan itu, Fariq sempat memutuskan untuk memberi tendangan penalti kepada PS TNI yang berstatus sebagai tuan rumah.

Namun, Fariq membatalkan keputusan tersebut seusai melihat tayangan ulang melalui kamera di pinggir lapangan.

Keputusan yang diambil Fariq ini terbilang unik. Sebab, pada masa-masa itu FIFA belum resmi menggunakan VAR untuk sebuah pertandingan.

Fariq mengatakan, keputusan memberikan penalti saat itu karena ia melihat bek Persija Jakarta, Ryuji Utomo, melakukan handball di dalam area kotak penalti.

Namun, setelah meniup peluit sekaligus menunjuk titik putih, Fariq justru merasa tak yakin dengan keputusannya.

Apalagi, saat itu ia mendapatkan tekanan dari pemain Persija. Kemudian, Fariq Hitaba memutuskan melihat tayangan ulang dari kamera di pinggir lapangan.

Load More