Kontroversi dan dugaan penistaan agama di Ponpes Al Zaytun menjadi sorotan hingga saat ini. Bekingan seorang oknum dari Istana Negara juga sudah ditangkap.
Hal itu menjadi sorotan karena terseretnya orang dari kalangan Istana tersebut yang membantu Ponpes Al Zaytun berdiri.
Lantas, apakah benar oknum tersebut adalah orang-orang yang berada di lingkungan Istana?.
Penjelasan Cek Fakta
Polemik yang terjadi di Ponpes Al Zaytun kini menjadi pembahasan serius. Bahkan pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang dipanggil Bareskrim Polri untuk diperiksa keterlibatan dugaan penistaan agama yang dilakukannya.
Salah satu kanal YouTube Roda Politik membahas oknum yang disebut datang dari Istana. Oknum itu pun disebut sebagai bekingan dari Panji Gumilang.
"Bekingan Panji Gumilang Akhirnya Ditangkap Jokowi Kaget Ternyata Orang Penting di Istana," tulis judul video dikutip Rabu (5/7/2023).
Video berdurasi 8 menit itu menampilkan thumbnail yang terdapat foto Moeldoko dan juga Jokowi. Terdapat satu orang menggunakan kemeja orange sedang digelandang polisi.
Alih-alih membahas oknum Istana yang terseret dengan kasus yang terjadi di Ponpes Al Zaytun, narator hanya mengutip pernyataan Menkopolhukam, Mahfud MD yang mengaku sudah mengantongi identitas oknum tersebut.
Meski begitu tidak ada detail pembahasn oknum tersebut memang berasal dari kalangan Istana Negara.
Kesimpulan
Sejauh ini Menkopolhukam ikut terjun dalam polemik yang terjadi di ponpes Al Zaytun. Memang dari pernyataannya kepada wartawan, Mahfud MD akan memanggil oknum yang diduga terlibat dalam kontroversi di ponpes yang terletak di Indramayu, Jabar itu.
Meski begitu Mahfud tak membeberkan detail siapa orang tersebut. Sehingga judul dan isi dari video yang dibagikan Roda Politik adanya keterlibatan orang di lingkungan Istana Negara adalah hoaks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas