Penemuan potongan tubuh yang tersebar di lima titik di Sleman, perlahan mulai terkuak. Korban merupakan Redho, seorang mahasiswa UMY. Sebelum tewas, korban dan pelaku yang saling mengenal sempat melakukan aktivitas tak normal.
Rabu (12/7/2023) lalu sejumlah potongan tubuh manusia ditemukan di Padukuhan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman.
Sejak hari itu, potongan tubuh lainnya yang terkait kembali ditemukan di sejumlah tempat berbeda.
Polisi pun bergerak cepat untuk mengungkap misteri potongan tubuh yang diduga korban mutilasi tersebut.
Hasilnya, pada Sabtu (15/7/2023), Polda DIY berhasil meringkus dua pelaku yang melarikan diri ke Bogor, Jawa Barat.
Belakangan, terungkap alasan dua pelaku nekat mengeksekusi korban.
Kenal di Medsos
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengatakan pelaku mutilasi di Turi, Sleman dan korban baru mengenal beberapa bulan. Mereka diketahui tergabung dalam satu grup media sosial Facebook.
"Jadi pelaku dan korban saling kenal, mereka kenal di grup yang ada di medsos. Hasil pemeriksaan kita sudah 3-4 bulan (kenal). Itu baru ketemu pertama kali," kata Endriadi di Mapolda DIY, Selasa (18/7/2023).
Baca Juga: Geger Penemuan Kepala dan Tangan di Tempel, Diduga Terkait Korban Mutilasi di Turi
Berkumpul di Kos Pelaku
Dari sana kemudian antara pelaku RD datang ke Jogja atas undangan atau ajakan pelaku W. Tujuannya untuk menemui korban.
"Jadi setelah pelaku (RD) sampai di Jogja, pelaku satu yang dari luar Jogja tadi sampai di Jogja dijemput oleh salah satu pelaku yang ada di Jogja dan mereka berkumpul di lokasi TKP (kos pelaku W di Triharjo, Sleman)," kata Endriadi.
"Mereka kenal, kan biasa kalau berteman dalam sebuah komunitas mengundang rekannya kan biasa. Ya baru pertama (ketemu)," imbuhnya.
Aktivitas tak Normal
Dari pemeriksaan polisi, Endriadi menyebut bahwa pelaku dan korban itu tergabung dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tak normal. Polisi enggan merinci aktivitas yang disebut tidak normal tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret