Penyanyi Noe Letto mengaku pernah tersasar dalam memahami agama hingga memilih tanpa agama atau atheis. Pengakuan anak dari ulama dan budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun ini bersyukur bisa kembali memeluk Islam.
Kisah spiritual pria 44 tahun ini diceritakan saat berbincang dalam sebuah podcast yang dipandu Habib Husein Ja'far di kanal YouTube Cahaya dan juga Deddy Corbuzier.
"Saya pernah atheis dengan sadar itu, jadi apa-apa pakai logika," ungkap Noe Letto dikutip Kamis (20/7/2023).
Terjerumusnya pikiran Noe itu dialami ketika menempuh pendidikan kuliah di Kanada. Semuanya dia alami ketika Noe tak banyak mengisi ilmunya tentang agama. Ketidaktahuan yang menyebabkan dirinya tersesat dalam keyakinannya saat itu.
"Berangkat dari ketidaktahuan saya, semua yang saya miliki adalah saya akuisisi. Dari sampean (Tuhan) itu yang mana?, kemudian saya memulai riset semua," katanya.
Noe Letto kembali menjelaskan ada momen yang dia dapatkan untuk kembali ke Islam. Pasalnya ia mencoba mencari tahu apa yang dia pikirkan itu seusai dengan pandangan Islam atau tidak.
Lalu bertemulah Noe dengan seorang kiayi yang mengarahkan dirinya dalam berpikir. Ia bertanya aspek Tuhan yang dimaksud, termasuk keberadaan surga dan neraka.
"Saya tanya, benar enggak Tuhan maha adil?, benar enggak setan pasti masuk neraka?, benar enggak setan itu berkembang biak? Benar enggak ada kiamat?" tanya Noe.
Perlahan ia memahami pikiran logika soal Tuhan dengan apa yang dia dapatkan dari perbincangannnya tersebut.
Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Jenguk Cak Nun di RSUP Dr Sardjito
Ia juga berbincang tentang perjanjian perang Hudaibiyah saat Rasulullah memilih keputusan yang ditentang banyak oleh umatnya.
"Saya berpikir keras memangnya ada strategi perang untuk menaklukkan cinta?. Perang itu kan bunuh-bunuhan. Bukan kemudian rakyat cinta sama aku (penakluknya). Itu masuk akal kalau memang ada komponen di depan yang diketahui duluan," sebutnya.
Ia tak menampik, sebagai panjang tangan Tuhan, Rasulullah memiliki kemampuan lebih. Konsep ketuhanan dan Islam sendiri berangsur kembali ke dirinya.
"Artinya beliau ini kan bisa saja dapat informasi. Saya enggak tahu bagaimana mekanismenya. Apa beliau dibocorin 'pokoknya harus gini' barangkali dikasih lihat bentuk masa depan kan?" kata dia.
Noe Letto merupakan penyanyi dengan genre pop yang membawa lirik lagunya bernuansa religi. Kiasan yang diciptakan dalam lagu-lagunya mengarah pada manusia sebagai hamba Tuhan yang memiliki kemuliaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara