Kamu sedang merasa kurang bahagia, uring-uringan atau bahkan kerap kali suasana hatimu jadi baperan? Bisa jadi kamu kurang makan sayur dan buah.
Yap, suasana hati nyatanya dapat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi. Baperan misalnya, ternyata disebabkan lantaran tubuh kurang mengonsumsi buah dan sayur.
Fakta itu diungkap oleh dr Zaidul Akbar beberapa waktu lalu.
Mengutip dari video yang dibagikan channel Bamol Tv 2.0, dr Zaidul Akbar menyebut bahwa buah punya kandungan ampuh untuk meredam suasana hatimu yang baperan atau kurang bahagia.
"Orang baperan tanda kurang buah kurang sayur. Kebanyakan minyak dan tepung. Salah satu tanda orang baperan itu gampang left group," ucapnya.
Ia menyarankan agar membiasakan untuk makan buah agar suasana hati tak baperan. Salah satunya bisa mengonsumsi buah keramat yaitu pisang.
"Kalau anda ketemu orang baperan itu ajak makan buah, ajak makan rujak, karena dalam buah salah satunya pisang itu mengandung bahan baku yang bisa membuat lebih banyak hormon bahagia," jelasnya.
Lebih jauh, dr Zaidul Akbar menerangkan bahwa hormon bahagia itu terdapat utamanya di dalam daging buah pisang.
Baru kemudian yang nomor dua ada di dalam kulitnya.
Baca Juga: Menteri Teten Vs Produk Asing: Barang Impor di Bawah Rp 1,5 Juta Dilarang Dijual di E-commerce
"Dan yang luar biasa di buah pisang itu, hormon bahagianya itu ada di dagingnya. Yang nomor 2 yang mengandung hormon bahagia di buah pisang itu di kulitnya," ujarnya.
"Cuma kita ngga lazim kan, caranya gimana biar enak kita blender semua jadi bubur dimakan pagi-pagi tambah kurma dan minyak zaitun, itu cukup untuk menjadi energi kita dan memberi efek tenang dan tak mudah baperan," tambahnya.
Berdasarkan hasil riset, buah yang di dalam Islam disebut sebagai salah satu buah yang tersedia di surga itu nyatanya memang mengandung banyak khasiat.
Kadungan asam amino triptofan dan vitamin B6 di dalam buah pisang mampu merangsang tubuh untuk merangsang produksi hormon serotonin.
Asam amino triptofan yaitu salah satu nutrisi dari hormon serotonin yang tak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, tetapi harus dari makanan.
Hormon inilah yang mampu menimbulkan efek psikologis yakni rasa senang pada tubuh dan memperbaiki mood yang tentunya membuat tubuh lebih rileks dan bahagia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Novel "Nyala yang Tak Pernah Padam": Saat Luka Tidak Membuatmu Menyerah
-
Apa Itu Makeup Wudhu Friendly? Pahami Maknanya agar Ibadah Tetap Sah
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Geger Warga Lawan Narkoba, usai Rohil Kini Rumah Bandar Sabu di Rohul Dibakar
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
-
Urutan Sheet Mask dalam Skincare Malam, Sebelum atau Sesudah Moisturizer?
-
Cahaya Malam dan Romantisme Muara: Menikmati Denyut Kehidupan di Jembatan Siti Nurbaya
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis