Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan pertumbuhan sebanyak 10 ribu wirausaha hingga 2024 di seluruh kabupaten/kota provinsi ini untuk mendukung program pemerintah yang mencetak satu juta wirausaha baru hingga tahun depan.
"Target pemerintah untuk tahun 2024 adalah mencetak satu juta wirausaha, sekarang di DIY hingga tahun 2024 mentargetkan 10 ribu wirausaha," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di Kabupaten Bantul, Sabtu.
Upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan memfasilitasi dan mendukung penuh kegiatan yang dapat melindungi dan membangkitkan kreativitas pelaku UMKM, seperti pameran bertajuk Bantul Creative Expo pada 27 Juli sampai 6 Agustus 2023 di Pasar Seni Gabusan Bantul.
"Dan di situ hadir calon-calon wirausaha yang akan mendukung mensukseskan tercapainya satu juta wirausaha," katanya.
Dia mengatakan, untuk di wilayah DIY yang meliputi empat kabupaten dan satu kota sudah mencapai 3,58 persen dari target 10 ribu wirausaha, dan ke depan masih ada harapan hingga 2024 untuk menumbuhkan lagi sebanyak 9.500 wirausaha.
"Untuk wirausaha baru ini dimana target yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kita empat persen, dan sekarang baru mencapai 3,6 persen," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, artinya rasio kewirausahaan adalah bagian yang terus pemerintah daerah dorong bagaimana wirausaha, para pelaku UMKM yang sudah dibantu tenaga-tenaga kerja tersebut nantinya bisa mencetak wirausaha baru.
"Yang tentu ujung-ujungnya pasti bagaimana pengentasan kemiskinan dan bagaimana mengurangi pengangguran dengan terciptanya wirausaha," katanya.
Dalam mewujudkan wirausaha baru di DIY, kata dia, tentunya membutuhkan komitmen bersama dengan pemerintah kabupaten, termasuk dari Pemkab Bantul, yang sudah menumbuhkembangkan wirausaha dari desa-desa.
Baca Juga: Bermagnitudo 6,4 Gempa Bumi di Bantul Akibatkan Gedung Taman Budaya Gunungkidul Rusak
"Pastinya kami juga butuh dukungan komitmen dari kita semua, kami punya sistem Sibakul yang sebagian besar yang masuk dari Bantul, dan ada 19 desa preneur yang pastinya butuh dukungan dari wilayah yang ada di Bantul," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati