/
Kamis, 03 Agustus 2023 | 11:58 WIB
Garuda United Vs Barcelona Juvenil A ([Instagram/@graudarevolutionina])

Laga uji coba yang dilangsungkan Timnas U-17 melawan Barcelona Juvenil A berakhir dengan skor 0-3. Namun, Timnas yang tergabung dalam Garuda United U-17 itu memetik banyak pelajaran berharga setelah kalah telah dari Barcelona.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, Rabu (2/8/2023) kemarin itu sejak menit awal talah dikuasai oleh Barcelona Juvenil. Nil Caldero Soteres cs tampil unggul dalam penguasaan bola.

Setelah uji coba tersebut, Pelatih Kepala Garuda United-U17, Bima Sakti kemudian mengungkapkan alasan Timnas U-17 kalah telak dari Bercelona Juvenil. Setidaknya ada sejumlah penyebab kekalahan Garuda United U-17 tersebut.

1. Banyak Pergantian Pemain

Sejak awal, laga uji coba tersebut dimaksudkan untuk melihat kelemahan yang ada di skuad Garuda United U-17. Oleh karena itu, Bima Sakti melakukan banyak pergantian pemain pada laga tersebut.

Hal itu bertujuan untuk memperjelas kelemahan yang dimiliki skuad Timnas Indonesia. Sebab, dengan begitu, Bima Sakti dan konsultan pelatih Timnas Indonesia U-17, Frank Wormuth, dapat memahami hal-hal yang perlu diperbaiki oleh tim Garuda United. 

Bahkan, juru taktik Garuda United U-17 itu berkomunikasi langsung dengan Pelatih Kepala Barcelona Juvenil A untuk meminta penilaian permainan timnya.

2. Belum Memiliki Skema yang Jelas

Bima Sakti juga mengungkapkan bahwa Frank Wormuth ingin terlebih dahulu mengetahui karakter timnya. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mudah mengatur sekma Timnas U-17 ke depannya.

Baca Juga: 4 Angkringan Populer di Jogja, Ada yang Pernah Dikunjungi Kaesang dan Gibran

“Frank Wormuth mau lihat karakter, mau lihat kemampuan pemain bagaimana. Dia tidak bisa, orang Jerman, membawa metode gaya Jerman, dia harus mengetahui karakter Indoneisa, yang menurutnya mempunyai kemampuan counter attack,” beber Bima Sakti.

Menurut Pelatih Kepala Barcelona Juvenil A, Garuda United memiliki pemain yang cepat, akan tetapi memerlukan perbaikan dari segi organisasi.

3. Sejumlah Pemain Diaspora Belum Tampil Optimal

Dari lima diaspora yang dicatat dalam daftar untuk melakoni laga uji coba menghadapi Barcelona Juvanil A ini, hanya terdapat dua yang berada di pinggir lapangan. Mereka adalah Alifta Rahman Kusuma dan Aaron Suitela (Brasil).

Namun, kedua pemain tersebut masih tampil kurang optimal . Bima Sakti mewajarkannya, karena mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Load More