/
Kamis, 03 Agustus 2023 | 12:30 WIB
Meme Djamal Aziz Kembali Muncul di Media Sosial ([X/@indosupporter])

Belakangan ini, meme yang memperlihatkan sosok Djamal Aziz mengatakan bahwa supporter sepak bola Indoneisa tidak boleh didamaikan kembali muncul di media sosial.

Dalam meme tersebut tertulis alasan Djamal Aziz tak sepakat supporter didamaikan. Menurutnya, apabila supporter sepak bola damai, pertandingan sepak bola tidak lagi memiliki semarak. 

Pernyataan tersebut pun menuai beragam kontroversi dari warganet. Menurut sebagian besar warganet, statement Djamal Aziz tersebut tidak mencermikan sepak bola yang sehat untuk Indonesia. 

Lantas, siapa sebenarnya sosok Djamal Aziz? Benarkah Djamal Aziz menyampaikan pernyataan tersebut?

Profil Djamal Aziz Eks Exco PSSI

Pemilik nama lengkap Djamal Aziz Attamimi itu merupakan seorang politikus Indonesia sekaliggus mantan anggota DPR-RI. Laki-laki kelahiran 9 Maret 1958 itu terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2009.

Kala itu, ia mengemban tanggung jawab dalam Komisi X untuk menangani Pemuda, Pariwisata, Kebudayaan, Pendidikan, dan Kesenian. Selain duduk di anggota dewan, ia juga merupakan Direktur Utama dan Pemilik PT. Andromeda Graha Indonesia.

Pada tanggal 21 Maret 2012, Djamal Aziz pernah diusulkan oleh Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur untuk menjadi Ketua Umum PSSI 2012-2016 dengan alasan ia masih suci dari hiruk-pikuk PSSI. 

Apalagi ia memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap pemain sepak bola Indonesia. Lantas kapan Djamal Aziz memberikan pernyataan yang kontroversial tersebut?

Baca Juga: Virgoun Laporkan Inara Rusli Gara-Gara Sebar Bukti Perselingkuhan

Sebenarnya, kalimat Djamal Aziz mengenai supporter sepak bola Indonesia yang tak boleh didamaikan tersebut disampikan pada saat menjadi narasumber daalam acara bincang-bincang Mata Najwa, 2016 silam.

Tema tersebut diangkat usai terjadinya kerusuhan supporter Persija Jakarta di GBK. Dalam kesempatan itu, ia beranggapan bahwa PSSI tidak mentolerir perbuatan anarkis. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa supporter tidak boleh dijinakkan atau didamaikan. 

“Jadi, kalua federasi ditanya, induksinya apa dengan federasi? Ini kan supporter. Suporter itu juga tidak boleh dijinakkan, didamaikan. Karena kalua mereka dijinakkan dan didamaikan, tidak semarak sepak bola itu,” ujarnya.

“Kalau di luar pertandingan, silakan damai-damai saja, tetapi kalua di lapangan masa mau damai, bagaimana memberikan semangat kepada klub yang mereka cintai?” lanjutnya. 

Load More