Belakangan ini, meme yang memperlihatkan sosok Djamal Aziz mengatakan bahwa supporter sepak bola Indoneisa tidak boleh didamaikan kembali muncul di media sosial.
Dalam meme tersebut tertulis alasan Djamal Aziz tak sepakat supporter didamaikan. Menurutnya, apabila supporter sepak bola damai, pertandingan sepak bola tidak lagi memiliki semarak.
Pernyataan tersebut pun menuai beragam kontroversi dari warganet. Menurut sebagian besar warganet, statement Djamal Aziz tersebut tidak mencermikan sepak bola yang sehat untuk Indonesia.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Djamal Aziz? Benarkah Djamal Aziz menyampaikan pernyataan tersebut?
Profil Djamal Aziz Eks Exco PSSI
Pemilik nama lengkap Djamal Aziz Attamimi itu merupakan seorang politikus Indonesia sekaliggus mantan anggota DPR-RI. Laki-laki kelahiran 9 Maret 1958 itu terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2009.
Kala itu, ia mengemban tanggung jawab dalam Komisi X untuk menangani Pemuda, Pariwisata, Kebudayaan, Pendidikan, dan Kesenian. Selain duduk di anggota dewan, ia juga merupakan Direktur Utama dan Pemilik PT. Andromeda Graha Indonesia.
Pada tanggal 21 Maret 2012, Djamal Aziz pernah diusulkan oleh Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur untuk menjadi Ketua Umum PSSI 2012-2016 dengan alasan ia masih suci dari hiruk-pikuk PSSI.
Apalagi ia memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap pemain sepak bola Indonesia. Lantas kapan Djamal Aziz memberikan pernyataan yang kontroversial tersebut?
Baca Juga: Virgoun Laporkan Inara Rusli Gara-Gara Sebar Bukti Perselingkuhan
Sebenarnya, kalimat Djamal Aziz mengenai supporter sepak bola Indonesia yang tak boleh didamaikan tersebut disampikan pada saat menjadi narasumber daalam acara bincang-bincang Mata Najwa, 2016 silam.
Tema tersebut diangkat usai terjadinya kerusuhan supporter Persija Jakarta di GBK. Dalam kesempatan itu, ia beranggapan bahwa PSSI tidak mentolerir perbuatan anarkis. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa supporter tidak boleh dijinakkan atau didamaikan.
“Jadi, kalua federasi ditanya, induksinya apa dengan federasi? Ini kan supporter. Suporter itu juga tidak boleh dijinakkan, didamaikan. Karena kalua mereka dijinakkan dan didamaikan, tidak semarak sepak bola itu,” ujarnya.
“Kalau di luar pertandingan, silakan damai-damai saja, tetapi kalua di lapangan masa mau damai, bagaimana memberikan semangat kepada klub yang mereka cintai?” lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Warga Rasakan Getaran, Simak Analisis BMKG Soal Gempa 'Deep Focus' yang Guncang NTB
-
Tayang Paruh Kedua, Drakor Sacred Jewel Rilis Jajaran Pemain Utama
-
Meniru Semangat Juang 3 Sekawan di Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Cinta Laura Desak Kasus Pelecehan Seksual FH UI Diusut, Minta Maaf Tak Cukup
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Harga Emas Antam, USB, Galeri24 di Pegadaian Melejit Rabu 15 April 2026
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
Buku Lelah Tapi Untuk Masa Depan: Meski Sepi, Kabar Baiknya Kamu Bertumbuh!