Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong memaparkan alasannya kembali memanggi Pemain Dewa United Egy Maulana Vikri ke Skuad Garuda.
Diketahui, Untuk pertandingan timnas senior melawan Tukrmenistan, pelatih asal Korsel itu memanggil kembali pemain sayap Egy Maulana Vikri. Pemain Dewa United itu sebelumnya absen pada dua pertandingan FIFA Match Day.
Pelatih Shin pun menyatakan tidak ada alasan khusus perihal pemanggilan Egy. Ia hanya menilai kerja keras sang pemain cukup bagus di liga, sehingga layak kembali mendapat panggilan memperkuat timnas.
Selain itu, mantan pelatih Timnas Korea itu juga memanggil pemain-pemain yang minim penampilan di Liga 1 untuk timnas senior dan timnas U-23.
Selain pemain-pemain dengan nama mentereng, pelatih Shin juga menyertakan sejumlah pemain yang tidak banyak mencatatkan menit bermain bersama klub masing-masing.
Nama-nama yang termasuk jarang dimainkan oleh klubnya di liga adalah dua pemain Persija Jakarta, yakni Aji Kusuma dan Akbar Arjunsyah. Aji hanya satu kali menjadi pemain inti dengan catatan nol gol di Persija, sedangkan Akbar baru dua kali menjadi pemain inti.
"Memang dibagi dua timnya, jadi bisa lebih banyak yang didaftarkan. mungkin kalau dibicarakan lebih detail kita belum bisa pastikan pemain-pemain tersebut bisa didaftarkan atau tidak. Jadi mungkin kita akan coba latihan dulu setelah itu baru akan dipastikan yang akan didaftarkan siapa saja," kata pelatih Shin setelah menyaksikan pertandingan ujicoba timnas U-17 melawan Korea Selatan (Korsel) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu malam (30/8/2023).
Timnas senior berisikan 24 pemain dipersiapkan untuk memainkan pertandingan FIFA Match Day melawan Turkmenistan pada 8 September mendatang. Sedangkan sebanyak 27 pemain dipanggil untuk memperkuat timnas U-23 sebagai persiapan kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Pelatih asal Korsel tersebut mengakui bahwa bebannya cukup berat dengan tanggung jawab terhadap kedua tim itu. Namun untuk timnas senior, ia akan banyak mendapat bantuan dari sejawatnya Choi In-cheol.
Baca Juga: Bima Sakti Ungkap Alasan Kokohnya Lini Belakang Timnas Indonesia U-17 saat Kalah Tipis dari Korsel
"Memang saya agak ribet juga, untuk timnas senior pelatih Choi yang asisten pelatih utama kita (yang akan menangani tim). Jadi dia tahu apa yang saya mau untuk taktik dan lain-lain, jadi dia akan tanggung jawab atas timnas senior. Dan saya akan lebih fokus pada timnas U-23," ujar pelatih Shin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa