Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti bakal mengubah metode seleksi pemain diaspora. Diketahu, masih ada dua slot pemain diaspora yang bakal membela Timnas U-17 dalam Piala Dunia mendatang.
Bima Sakti mengatakan bahwa dirinya sudah kapok hanya bermodalkan CV dan video saat menyeleksi pemain diaspora untuk mengikuti pemusatan latihan. Oleh karena itu, ia menginginkan pelatih akan terjun langsung untuk melihat performa calon pemain.
“Saya tidak mau terulang lagi, kemarin kami mengambil pemain diaspora hanya melihat video dan CV mereka,” ujar Bima.
Seperti diketahui, saat ini, juru taktik Timnas U-17 itu telah mendapatkan satu pemain diaspora untuk skuad Timnas, yakni Halim Jardim.
Bima Sakti masih memiliki dua slot lagi untuk pemain diaspora. Utuk melengkapi dua slot ini, Bima Sakti akan meminta bantuan Frank Wormuth untuk menyeleksi pemain asal Belanda.
“Nanti pelatih Frank akan bantu, karena beberapa pemain memang berassal dari Belanda, karena beliau juga tinggal di Belanda,” ujar Bima Sakti.
Nantinya, Bima Sakti berharap Frank Wormuth akan melihat langsung dengan menetapkan sejumlah target untuk menentukan kulaitas pemain. Pemain yang berhasil mencapai target tersebut kemudian akan dipanggil untuk berlatih di Jerman.
“Frank akan melihat langsung, nanti misalnya ada target satu, dua, atau tiga pemain akan dipanggil untuk ke Jerman nanti, dua slot, itu dilihat dulu bagaimana kualitasnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Ibunda Aldila Jelita Dapat Penglihatan Mengejutkan Soal Indra Bekti, Ini Peringatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi