Pembuatan film porno di dalam industri produksi Kelas Bintang di Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan. Hal itu juga ditanggapi Vicky Prasetyo yang memberikan komentarnya mengenai industri film dewasa itu.
Ia merasa terkejut karena ada produser dan sutradara yang berani menciptakan konten semacam itu di Indonesia.
"Aku juga baru tahu bahwa industri semacam itu ada di Indonesia. Ini sungguh tak terduga," ujar Vicky Prasetyo dikutip dari Suara.com, Selasa (12/9/2023).
Vicky Prasetyo, dengan jujur, mengakui bahwa sebagai seorang lelaki biasa, ia juga pernah menikmati adegan dewasa dalam film semacam itu.
"Saya tidak munafik ya, saya harus mengakui hal tersebut," ungkap Vicky Prasetyo.
Namun demikian, Vicky Prasetyo tetap berpendapat bahwa pendirian industri pornografi di Indonesia tidaklah pantas. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat menghargai ajaran agama dalam berbagai aspeknya.
"Indonesia memiliki budaya yang sangat religius, dan pendirian industri semacam itu di sini tidak sepenuhnya sesuai," ungkap Vicky Prasetyo.
Selain itu, Vicky Prasetyo juga menyoroti bahwa bayaran yang diterima oleh para pemeran dalam film dewasa tidak sebanding dengan risiko yang mereka hadapi.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk memberikan bayaran yang sama kepada mereka agar melakukan pekerjaan lain yang lebih bermartabat.
Baca Juga: Terungkap Bayaran Siskaeee Main Film Porno, Ternyata Segini
"Sayang banget, bayaran sekitar Rp10 atau Rp15 juta lebih baik saya gunakan untuk membayar mereka agar mendoakan saya di kamar, daripada mereka harus terpapar seperti itu," kata Vicky Prasetyo yang menganggap bayaran tersebut relatif kecil.
"Lebih baik mereka mendoakan di kamar tanpa harus melakukan hal-hal seperti itu," tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus pembuatan film porno di rumah produksi Kelas Bintang. Vicky Prasetyo sepenuhnya mendukung langkah-langkah hukum yang diambil dalam hal ini.
"Jika proses hukum sudah jalan ya itu bagus. Ini bukan hanya tentang melindungi satu individu, tetapi juga masa depan seluruh generasi di negara kita," ujar Vicky Prasetyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Rekor Gila Harry Kane: Sah Lampaui Koleksi Gol Pele di Piala Dunia!
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Hasil Piala Dunia 2026: Comeback Epik Belgia Hancurkan Mimpi Senegal Lewat Gol Penalti Menit 120+5!
-
Gemilang Bareng Maroko di Piala Dunia 2026, Ismael Saibari Direkrut Bayern Munchen Rp950 Miliar!
-
Jadi Pahlawan Inggris atasi Kongo, Harry Kane Pilih Rendah Hati Jelang Lawan Meksiko
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti