Bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama mengungkapkan bahwa ia bukan mencari popularitas untuk menjadi pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
Pesan mendiang ayahnya yang beradarah Indonesia menjadi alasan pemain Viking FK ini memilih menjadi WNI.
Seperti diketahui, banyak pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang langsung menjadi sorotan. Termasuk semakin populer untuk mendapat endorse hingga tawaran kerjasama brand.
Hal itu memang tak dipungkiri juga dialami Shayne Pattynama. Namun ia menegaskan pesan dari ayahnya untuk menjaga harga dirinya sebagai bangsa Indonesia harus dipelihara.
Hal itu dibeberkan Shayne Pattynama saat diwawancarai oleh salah satu media Norwegia TV2 beberapa waktu lalu.
"Jadi ketika saya akan bermain menghadapi Argentina, saya mungkin baru memiliki 5.000 pengikut di Instagram," kata Shayne dikutip, Jumat (29/9/2023).
Ia menceritakan bahwa tak perlu lama, pengikutnya bertambah pesat menjadi 100 ribu followers.
"Tidak berhenti di sana tiba-tiba saya memiliki pengikut mencapai 340 ribu," ujarnya tertawa.
Menjadi sorotan tajam oleh publik, Shayne menegaskan bahwa bukan popularitas yang ia cari hingga menerima untuk menjadi pemain naturalisasi. Ayah Shayne merupakan alasan kuat dirinya memilih untuk membela skuat Garuda.
"Ayahku meninggal tujuh tahun lalu, dia telah mengajari saya segalanya tentang budaya Indonesia, betapa pentingnya keluarga dan bersikap ramah," ujar dia.
"Saya tidak sama sekali berpikir terhadap pengikut di Instagram dan saya bisa dapat sponsor dan hal-hal yang saya dapatkan ketika bermain untuk Indonesia," jelas dia.
Shayne Pattynama juga berharap keputusan dia menjadi WNI dan membela Indonesia diketahui ayahnya. Bahkan saat ia menghadapi Argentina ia merasakan kehadiran ayahnya.
"Saya berharap ia di sana saat saya bermain menghadapi Argentina. Saya merasa dia hadir di awan dan dia menatap kepada saya dengan senyum kebahagiaan. Itu sangat terasa," ujar dia.
Untuk diketahui, Shayne Pattynama sendiri menjalani debut di Timnas Indonesia ketika menghadpi Argentina. Shayne dimainkan selama 45 menit.
Hasilnya performa dalam bertahan individualnya tak bisa diremehkan. Meski Indonesia kalah 2-0, performa skuat Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong dianggap naik pesat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Mengapa Belum Ada Striker Arab Saudi Sekelas Sami Al-Jaber Jelang Putaran Final Piala Dunia 2026?
-
Zulfan Hasdiansyah Soroti Peluang Pendidikan Global di MEYS 2026
-
Bene Dion Akhirnya Ibadah di Gereja Lagi, Berkat Diajak Suster dengan Cara 'Agak Laen'
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Tunduk ke Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Pastikan Hanya Tambang Legal yang Boleh Beroperasi