Suara.com - Presiden Jokowi disebut sudah tahu bahwa NasDem akan mendeklarasikan Anies Baswedan. Namun Jokowi hanya mengetahui jika NasDem akan mendeklarasikan Anies sebagai calon wakil presiden (cawapres), bukan calon presiden (capres).
Diketahui, pencapresan Anies dari NasDem belakangan ini memang diisukan membuat orang nomor satu di Indonesia itu ketar-ketir.
Adapun Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sendiri telah bertemu dengan Jokowi di Istana Negara pada Kamis (26/1/2023). Ada kabar ketika pertemuan itu Jokowi menanyakan alasan Surya Paloh mendeklarasikan Anies sebagai capres tanpa berkonsultasi dengannya.
Simak penjelasan dari politikus NasDem soal Anies dan Jokowi tersebut.
Alasan Surya Paloh dukung Anies
Politikus NasDem, Zulfan Lindan sempat bertanya alasan Surya Paloh mau mendukung Anies Baswedan yang bukan anggota partai sebagai capres di Pilpres 2024. Zulfan menyebut Surya Paloh mengidentifikasi Anies sebagai bagian NasDem.
"Saya ngomong sama Pak Surya 'Kenapa kita harus dukung Anies?'. 'Gini pak, dia ini kan deklarator kita, yang baca itu kita, kita bangga lah kalau dia yang jadi calon presiden kita', Pak Surya ngomong gitu sama saya. Iya (Anies itu NasDem)," kata Zulfan Lindan dalam diskusi Adu Perspektif pada Rabu (1/2/2023).
Jokowi tahu NasDem deklarasi Anies sebagai cawapres
NasDem telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024 sejak Oktober 2022 lalu. Zulfan Lindan menyebut Jokowi mengetahui NasDem akan mendeklarasikan Anies sebagai cawapres, bukan capres.
Baca Juga: Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihilangkan, Jokowi: Semua Perlu Kajian Mendalam
"Pak Jokowi sudah tahu dari awal kok NasDem akan deklarasikan Anies, sudah tahu. Tapi bukan sebagai calon presiden tapi sebagai Cawapres. Nah logikanya cawapres aja presiden (Jokowi) nggak mau kan? Apa lagi presiden?" ujar Zulfan Lindan.
FPI dan HTI jadi simalakama jika Anies jabat presiden?
Zulfan Lindan mengatakan FPI dan HTI akan menjadi buah simalakama untuk Anies jika terpilih jadi Presiden. Ia memprediksi akan ada tuntutan besar-besaran pada Anies untuk memulihkan kedua organisasi tersebut.
"Jadi begini, buat Anies kalau dia jadi presiden, FPI dan HTI ini simalakama," ujar Zulfan.
Zulfan lalu menjelaskan maksud FPI dan HTI jadi simalakama untuk Anies. Ia menyinggung peran dua organisasi itu dalam memenangkan Anies di Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Ketika Anies jadi gubernur, dukungan FPI dan HTI itu ada, dan besar untuk mobilisasi kelompok-kelompok Islam yang berseberangan dengan Ahok," ujar Zulfan.
Berita Terkait
-
Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihilangkan, Jokowi: Semua Perlu Kajian Mendalam
-
Angkat Tangan? Gibran Jujur Tak Bisa Janji Lanjutkan Program Jokowi Ini di Solo
-
Bukan Pakai Foto Adik, Gibran Rakabuming Raka Milih Pakai Foto Pria Ini
-
Rocky Gerung Optimis Anies Baswedan Sudah Menang 80 Persen
-
Presiden Jokowi Mendadak Blusukan ke Rumah Warga di Bali Dan Duduk di Lantai
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024