Dengan penegasan ini tentu sangat kecil atau bahkan tak ada kemungkinan bagi Prabowo menjadi cawapres Anies.
Lalu bagaimana dengan PKB? Partai ini adalah 'konco' Partai Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang diteken pada Agustus 2022 lalu.
Memang koalisi ini sampai saat ini belum menentukan siapa sosok capres/cawapres. Namun bila melihat rekam jejak, koalisi ini masih terlihat 'akur-akur' saja.
Gagasan Koalisi Besar
Lalu ada Partai Golkar, PAN dan PPP. Ketiga partai ini tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu. Sama dengan koalisi Gerindra-PKB, koalisi ini sampai sekarang juga belum menentukan siapa sosok capres/cawapres yang bakal diusung.
Namun ada yang menarik apabila mencermati ucapan Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat menghadiri acara buka bersama di NasDem Tower.
Dalam sesi konferensi pers, Airlangga menyinggung soal terbentuknya koalisi besar. Ia menyebut koalisi besar akan sangat menguntungkan.
"Koalisi besar di mana-mana menguntungkan Indonesia," ujar Airlangga.
Meski demikian, Airlangga buru-buru mengatakan, kemungkinan untuk munculnya koalisi besar partai politik masih belum bisa dipastikan.
Baca Juga: 6 Poin Piagam Kerja Sama Koalisi Perubahan dan Persatuan Deklarasi Dukungan untuk Anies
"Jadi kita tunggu tanggal mainnya," ucap Airlangga.
Jika merunut ucapan Airlangga, ia tak menampik adanya keuntungan apabila ada koalisi besar. Koalisi Perubahan sendiri sudah memenuhi ambang batas 20 persen untuk mengusung Anies sebagai capres. Nah, jika benar ucapan Sohibul Iman bakal ada sosok ketum parpol ingin bergabung, tentu koalisi tersebut bakal semakin besar.
Bahkan, Airlangga sempat menyebut serasa bernostalgia saat menghadiri acara buka bersama yang digelar Partai Nasdem itu. Dia mengaku, saat buka bersama tersebut seperti mengenang masa-masa indah bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla saat masih bersama di Golkar.
"Seperti di masa-masa yang lalu, jadi tentu banyak hal yang kita bicarakan. Tadi juga hadir Pak Yusuf Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 yang juga Ketua Umum Partai Golkar dan pada waktu itu dewannya adalah pak Surya Paloh. Jadi kita mengingat masa-masa indah," ujar Airlangga.
Dengan pertemuan itu, Airlangga berharap hubungan NasDem dan Golkar terus terjalin.
"Ke depan berharap hubungan Partai Nasdem dan Partai Golkar selalu terjalin. Dan kebetulan Partai Golkar sebagai salah satu partai paling tua, tentu harus terbuka terhadap seluruh partai yang ada," katanya.
Berita Terkait
-
6 Poin Piagam Kerja Sama Koalisi Perubahan dan Persatuan Deklarasi Dukungan untuk Anies
-
Namanya Masuk Bursa Cawapres Anies, Segini Harta Kekayaan Khofifah Indar Parawansa
-
Jusuf Kalla Sodorkan Sosok Cawapres Anies Baswedan untuk Pilpres 2024, Siapa?
-
Koalisi Perubahan Pertimbangkan Figur dari NU Sebagai Cawapres untuk Anies Baswedan, Sudirman Said: Mencari yang Terbaik!
-
Menerka Sosok Cawapres yang Akan Dipilih Anies untuk Melaju di Pilpres 2024
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024