Suara.com - Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024. Partai NasDem yang menjadi salah satu anggota koalisi Koalisi Perubahan bahkan telah membujuk Khofifah untuk mendampingi Anies berlaga di Pesta Demokrasi tahun depan.
Sejauh ini, koalisi yang beranggotakan Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat itu memang belum bulat dalam memilih nama cawapres Anies. Simak harta kekayaan Khofifah Indar Parawansa yang dirayu jadi cawapres Anies berikut ini.
Harta Kekayaan Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa memiliki total harta kekayaan mencapai Rp24,79 miliar menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022. Sebagian besar harta kekayaan Khofifah ini terdiri atas tanah, bangunan serta kendaraan.
Dalam laporan itu, Khofifah tercatat memiliki 35 bidang tanah dan bangunan dengan nilai mencapai lebih dari Rp17 miliar. Tanah milik Khofifah itu tersebar di berbagai wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Jakarta Selatan, Makassar dan sebagainya. Harta berupa tanah tersebut dilaporkan Khofifah berasal dari jerih payah sendiri dan warisan.
Selain tanah, Khofifah juga mempunyai harta berupa alat transportasi mobil sejumlah 2 buah. Mobil yang dimiliki Khofifah adalah Toyota Kijang Innova dan Toyota Alphard dengan nilai mencapai Rp 835 juta.
Kemudian Khofifah juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp602 juta dan kas sebesar Rp5,42 miliar. Dari harta kekayaan itu, dia tidak memiliki utang.
Sekilas Sepak Terjang Khofifah Hingga Dilirik Jadi Cawapres Anies
Khofifah resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur sejak 13 Februari 2019 bersama wakilnya Emil Dardak. Sebelumnya, nama Khofifah lebih dikenal sebagai Menteri Sosial era kabinet kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dia juga pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Baca Juga: Jusuf Kalla Sodorkan Sosok Cawapres Anies Baswedan untuk Pilpres 2024, Siapa?
Selain jadi menteri, Khofifah telah malang melintang di perpolitikan Indonesia. Dia bahkan pernah menjadi wakil ketua DPR RI pada 1999. Pada tahun 2013 Khofiah juga sempat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Namun dia baru berhasil setelah mencalonkan diri untuk kedua kalinya.
Bukan hanya Khofifah, ada nama lain seperti mantan Panglima TNI Andika Perkasa dan putri Gus Dur, Yenny Wahid yang diajukan Partai NasDem untuk jadi cawapres Anies. Namun sejauh ini Khofifah tak mau berkomentar banyak ketika ditanya soal dirinya jadi cawapres Anies.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Menerka Sosok Cawapres yang Akan Dipilih Anies untuk Melaju di Pilpres 2024
-
Rekam Jejak Khofifah Indar Parawansa yang Kini 'Dirayu' Koalisi Jadi Cawapres Anies
-
Jokowi Larang Pejabat Gelar Bukber, Gubernur Jatim Khofifah Malah Sediakan Hidangan Buka Puasa di Kantornya
-
Luncurkan Indikator MCP 2023, Khofifah Optimistis Komitmen Pencegahan Korupsi di Jatim Semakin Efektif
-
Pesan Khofifah Jelang Ramadan, Masyarakat Jatim Diminta Saling Menghormati dan Menjaga
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian