Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 04 April 2023 | 12:29 WIB
Walau Terbuka Koalisi Besar Usung Prabowo, PAN Masih Anggap Ganjar-Erick yang Ideal. (foto dok. IG Erick Thohir)

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) terbuka dengan rencana koalisi besar untuk meleburkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Tetapi urusan pasangan capres dan cawapres, PAN punya pandangan.

Kekinian muncul spekulasi pembentukan koalisi besar itu memang direncanakan untuk menjadi kendaraan Prabowo Subianto sebagai capres. Jokowi selaku Presiden RI disebut-sebut turut andil.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Fikri Yasin memandang peluang Prabowo diusung melalui koalisi besar bisa saja terjadi. Mengingat semua hal saat ini masih menjadi pertimbangan, termasuk pembentukan koalisi besar itu sendiri.

"Ya sekarang ini sedang digodok kemungkinan-kemungkinannya karena sekarang ini banyak terjadi perubahan momentum sehingga tim harus mengkaji dan menyesuaikan momentum itu," kata Fikri dihubungi, Selasa (4/4/2023).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasin saat ditemui wartawan usai menghadiri kegiatan pemaparan hasil survei Media Survei Nasional (Median) di Jakarta, Selasa (28/2/2023). ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Kendati terbuka bila Prabowo yang diusung, PAN hingga kini punya pandangan tentang figur paslon yang dianggap ideal. Fikri mengakui di internal PAN, nama yang menguat untuk diusung ialah Ganjar Pranowo sebagai capres dan Erick Thohir sebagai cawapres.

"Ya sampai sekarang nama itu masih mempunyai potensi untuk dicapreskan," kata Fikri.

Mengenai koalisi besar, Fikri mengatakan memang ada kemungkinan ke arah sana melalui bergabungnya KIB dan KKIR.

"Karena dalam kajian selama ini bisa jadi tiga partai saja dipandang kurang cukup kuat untuk mengalahkan lawan maka dipandang cukup strategis kalau mengajak koalisi partai lain selain KIB," kata Fikri.

Harap Ada Peluang Menang

Baca Juga: Percaya Jokowi Tidak Akan Tikung Megawati Demi jadi King Maker, PDIP: Presiden Punya Sopan Santun

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan acara Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden RI di kantor DPP PAN pada Minggu (2/4) menjadi bagian penting dari upaya penyatuan dua koalisi, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Menurut Viva, peluang leburnya dua koalisi itu menjadi satu masih terbuka. Apalagi dalam pertemuan pada Ahad terdapat beberapa kesamaan pandang di antara Golkar, PAN, PPP serta Gerindra dan PKB.

Jokowi bersama para ketum parpol koalisi pemerintah di markas PAN, Minggu (2/4/2023). (bidik layar video)

"Masih terbuka lebar karena dari hasil diskusi kemarin ada banyak persamaan pemikiran dan kepentingan dari lima partai politik," kata Viva kepada wartawan, Selasa (4/2/2023).

PAN berharap ada kemajuan dalam memuluskan kerja sama atau koalisi lima partai melalui bergabungnya KIB dan KKIR. Menurut Viva peleburan koalisi ini akan menghasilkan banyak keuntungan elektoral

Pertama, dikatakan Juru Bicara PAN ini, KIB dan KKIR akan semakin memperluas basis konstituen karena masing-masing partai memiliki basis sosial yang berbeda- beda.

"Jika digabungkan maka akan menambah potensi kemenangan paslon yang akan diusung," ujar Viva.

Load More