Suara.com - Bakal calon presiden (Bacapres) Anies Baswedan menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kekuasaan yang hilang atau berpindah tangan. Menurutnya, kekuasaan akan tetap ada, sebab kekuasaan sesungguhnya ada di tangan rakyat.
Mulanya, Anies menyampaikan terkait apakah dirinya akan melanjutkan pembangunan pemerintah saat ini atau tidak, jika terpilih menjadi presiden 2024.
Anies memberikan jawaban bahwa pembangunan tidak hanya sebatas meneruskan atau mengubah, melainkan perlu kedua unsur tersebut.
"Sudah saya sampaikan sejak awal, sejak awal bahwa ketika menyangkut pada perubahan itu ada unsur change dan continuity tidak mungkin hanya saja continuity saja dan tidak mungkin hanya change saja," kata Anies di Sekretariat Perubahan, Jalan Brawijaya X, Jumat (5/5/2023).
Anies lantas berbicara mengenai kekuasaan yang tetap di tangan rakyat. Ia menggarisbawahi pemilih keluasaan di Republik Indonesia adalah rakyat. Karena itu, berbicara mengenai Pilpres dam sebagainya tidak sedang berbicara tentang hilang atau berpindahmya kekuasaan.
"Kekuasaan tidak pernah pindah. Kekuasaan itu adanya di rakyat, yang berpindah dan berganti itu kewenangan dalam menjalankan kekuasaan," kata Anies.
Anies kemudian menyentil pihak-pihak yang merasa akan kehilangan kekuasaan. Menurunya apabila ada perasaan seperti, pertanda orang tersehut tidak menghargai prinsip demokrasi.
"Jadi kalau sekarang itu orang merasa nanti ada khawatir kehilangan kekuasaan, tidak. Kekuasaan tidak pernah hilang, kekuasaan di tangan rakyat. Kalau ada yang merasa kekuasaan di tangan dirinya maka dia sedang tidak menghargai prinsip-prinsip dasar dalam sebuah demokrasi. Itu pasti," tutur Anies.
"Karena prinsip dasar demokrasi kekuasaan ada di tangan rakyat. Jadi jangan pernah bicara tentang kehilangan kekuasaan. Enggak ada kekuasaan yang hilang, yang ada adalah pergantian kewenangan untuk melaksanakan kekuasaan."
Baca Juga: Anies Baswedan Pastikan Tim Delapan Koalisi Perubahan Mulai Bahas Cawapres untuk Duetnya
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Pastikan Tim Delapan Koalisi Perubahan Mulai Bahas Cawapres untuk Duetnya
-
5 Fakta Ratusan Kader Demokrat Jabar Mundur Massal, Dukungan Anies Baswedan Menciut?
-
Waspada Pak Anies! NasDem Berpeluang 'Cuci Tangan' di Tengah Jalan Batal Beri Dukungan
-
Kerap Bermasalah, Politisi PDIP DKI Minta Kejaksaan Periksa Halte Transjakarta Hasil Revitalisasi di Era Anies
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara