Suara.com - Nama Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mendadak jadi perbincangan publik setelah melontarkan pernyataan kontroversial mengenai Mahkamah Konstitusi (MK).
Ia mengungkapkan kalau MK akan mengembalikan sistem pemilu di Indonesia menjadi sistem proporsional tertutup pada salah satu putusannya.
Dengan begitu, Pemilu 2024 mendatang akan kembali seperti pada era Orde Baru, di mana pemilih hanya bisa mencoblos tanda gambar partai saja.
Denny mengaku mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dari sumber yang sangat dapat dipercaya dari internal MK. Ia mengatakan, keputusan itu akan diambil oleh MK, meski tiga dari 9 hakimnya tidak menyetujuinya atau dengan kata lain, dissenting opinion.
Pernyataan Denny itu lantas mendapatkan beragam respons dari publik, termasuk sejumlah pejabat dan mantan pejabat.
Salah satunya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan pemilu akan chaos jika sistem proporsional tertutup diberlakukan kembali.
Menko Polhukam Mahfus MD juga ikut angkat suara dan meminta kepolisian memeriksa sumber internal MK yang disebutkan Denny, karena dinilai membocorkan rahasia negara.
Lantas seperti apa sosok Denny Indrayana yang membuat heboh itu? Simak ulasannya berikut ini.
Profil Denny Indrayana
Denny Indrayana merupakan kelahiran Kota Baru, Kalimantan Selatan pada 11 September 1972. Ia merupakan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM di era Presiden SBY.
Sebelum masuk ke pemerintahan, ia dikenal sebagai akademisi dan aktivis concern dengan isu-isu korupsi.
Sosoknya juga dikenal sebagai salah satu pendiri Indonesia Court Monitoring (ICM) dan Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang kerap lantang menyuarakan isu antikorupsi.
Selain itu, pria berusia 51 tahun itu juga aktif menulis buku, utamanya buku-buku yang bertemakan korupsi.
Mulai jajal pemerintahan
Denny Indrayana mulai menjajal dunia pemerintahan pada 2008, ketika ia ditunjuk oleh Presiden SBY sebagai Staf Khusus Presiden bidang hukum.
Berita Terkait
-
Minta MK Usut Pihak yang Bocorkan Putusan Gugatan, Mahfud MD Malah Diminta Terima Kasih ke Denny Indrayana
-
Mahfud MD: Tak Perlu Risau Apapun Keputusan MK, yang Was-Was Nanti Parpol
-
Kapolri Dalami Unsur Pidana Soal Isu Bocoran Putusan MK yang Disebar Denny Indrayana
-
Heboh Denny Indrayana Bocorkan Isu MK Sahkan Pemilu Tertutup, Begini Reaksi KPU
-
Golkar Waspada Proporsional Tertutup Berlaku di Pemilu 2024, Nurul Arifin: Jangan Sampai Ada Bajakan Demokrasi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
-
BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun