Kotak Suara / Pilpres
Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:50 WIB
Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin makan bareng di warung pecel usai berziarah ke TMP Kalibata, Minggu (25/9/2022). (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merencanakan pertemuan antara ketua umum partainya yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sorkarnoputri. PDIP juga menyambut dan mengaku terus mengulurkan tangan untuk bekerjasama dengan PKB.

Menanggapi hal itu, Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, PDIP menginginkan PKB bergabung mendukung Ganjar Prabowo karena kebutuhan yang besar.

"Memang kalau kita lihat Fraksi PDIP dan PKB akui sudah bahas capres cawapres di ruang fraksi PDIP Selasa kemarin. Artinya, memang yang diinginkan oleh PDIP itu hanya dua partai saja yang bergabung," kata Pangi kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).

"Pertama yang menjadi backbone-nya PDIP itu adalah mereka sangat berharap PKB bisa bergabung. Karena mengambil PKB itu kebutuhannya besar dibanding mengambil partai lain," sambungnya.

Menurutnya, mendapatkan PKB, bagi PDIP akan ada keuntungan besar. Untuk itu, kata dia, PDIP dengan segala cara mengajak PKB merapat.

"Bagi PDIP mendapatkan PKB itu seperti mendapatkan harta karun. Jadi saya pikir wajar PDIP melakukan berbagai cara melobi," tuturnya.

Namun, Pangi menilai, hal yang kekinian menjadi sulit bagi PDIP, yakni PKB mematok Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

"Tetapi kemudian PKB memberikan harga mati juga bahwa Cak Imin harus cawapres, seperti harga matinya Airlangga Hartato. Ini yang membuat ruang gerak PDIP agak kesulitan untuk menggandeng apakah itu PKB maupun Golkar," katanya.

Ulurkan Tangan

Baca Juga: Justru Ngotot Pasang Prabowo jadi Cawapres Ganjar, PPP: Gak Pernah Ada Rumus Prabowo-Ganjar!

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa pihaknya terus membuka pintu kerja sama bagi PKB jika ingin bergabung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Hasto usai ditanya awak media mengenai pertemuan antara Fraksi PKB DPR RI dengan Fraksi PDIP DPR RI beberapa waktu lalu.

"Jadi bukan hanya keinginan dari PKB (bertemu dengan PDIP), dari PDIP aktif mengulurkan tangannya untuk bekerja sama dengan PKB," kata Hasto ditemui di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2023).

Menurutnya, komunikasi terus dilakukan lewat para kader PDIP yang diberikan tugas seperti Puan Maharani hingga Said Abdullah. Apalagi, ada hubungan sejarah dengan PKB sendiri.

"Ya ibu Mega kan sudah menugaskan ada Mbak puan, ada pak Said Abdullah, kemudian juga saya ditugaskan, kemudian di luar itu seperti pak Baskara yang juga punya hubungan sejarah dengan Cak Imin. Jadi semua membangun dialog," tuturnya.

"Ya kalau kita kerja sama sama PKB kan sudah berlangsung cukup lama, bukan hal yang baru. Kita merasakan bagaimana semangat juang sejak tahun 2014 bahu-membahu di dalam memenangkan Pak Jokowi dan itu sudah menjadi hubungan yang sifatnya substansial," sambungnya.

Load More